because it matters.
Mungkin menjadi penjelasan paling singkat, namun bisa jadi paling tepat. karena sesungguhnya, kita selalu menolak. padahal yang kita perlukan adanya penerimaan bahwa itu ada dan harus diterima.
rupanya saya egois, selalu mau ini dan itu dari orang lain
selalu mau sesuatu yang pada akhirnya membuat saya nyaman. yang tidak buat nyaman, tidak bisa saya terima. kenapa? dan kenapa?
tapi kembali pada pikiran apakah itu egois? saya mengutamakan kesenangan saya sendiri. tapi apakah itu self-love? karena saya mengutamakan itu semua diatas lainnya.
banyak pertanyaan akhirnya timbul karena hal-hal yang tidak perlu. banyak hal-hal yang muncul padahal bukan pada tempat dan waktunya. dan banyak hal-hal lainnya yang tidak saya sukai, pada intinya.
kemudian selalu kembali bermuara pada kenangan pahit. hasil dari aksi dan reaksi yang tidak pada proporsinya.
selalu bisa terulang rasa sakit yang terjadi. rupanya benar akibat dari kejadian yang menyakitkan akan selalu terasa terus menerus walaupun tidak diinginkan untuk muncul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar