THIS IS ABOUT MY STORY
Part 1
Hello everybody , good morning have a nice day today! Keep cheer up! :D
Halo aku zhahrina dengan tinggi yang lumayan untuk seorang perempuan berumur 14 tahun dan berat 48 kilogram but yeah size doesn’t mater at all! Hari ini tujuan pertama cuma sekolah cukup itu saja.Terlalu pagi untuk bangun jam 05.00 pagi atau bisa dibilang subuh memang hari ini hanya remedial untuk anak-anak yang di remedial tapi aku? Nggak ada remedial biar begitu aku tetap harus masuk karena menunggu pengumuman yang lain. Yah tapi dengan terpaksa aku bangun dari tempat tidur, merapikannya dan mengambil handuk segera menuju kamar mandi untuk bersiap pergi ke sekolah.
“na, mandinya cepetan yaa, hari ini mom mau ke kantornya cepet”
“iya mom” memang aku tahu aku lama bila ada di kamar mandi tapi hari ini , masih pagi lagipula aku terlalu malas untuk masuk ke sekolah , yah tapi bagaimana itu kewajiban sebagai murid teladan.
Benar saja apa yang sudah aku pikirkan sekolah itu masih sepi, ini bahkan nggak ada penghuninya , lagi pula mom kenapa sih berangkat pagi – pagi sekali bukannya mom nggak ada meeting buat apa datang pagi-pagi buta begini. Mau tak mau aku masuk ke sekolah lewat lobby , aku bertemu safira dan lainnya tapi aku hanya mengatakan “hai” dan masuk ke dalam sekolah, aku menuju papan pengumuman remedial di depan ruang guru. Dan yap belum ada ulangan-ulangan lain yang ditempel dan di umumkan di situ, aku tidak remedial pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahsa sunda,agama,Pendidikan Kewarga Negaraan,komputer dan yang lain-lain.Aku berjalan menuju arah balik dan aku menangkap sosok seseorang dia atas sana , yeaa he is Chris and god i love him! Dia main bola kok di koridor kelas sih aneh, bareng Gihon pula aku tahu mereka memang ikut extrakulikuler bola tapi nggak seharusnya juga main di koridor kelas kan.
“Na, liatin siapa?” Danan muncul dibelakangku dengan pandangan menggoda karena memang aku tertangkap basah sedang memandang Chris
“itu nan, haha lu tau laah”
MY STORY
part 2
“eemm cie nana!”
“udah jangan kenceng-kenceng dong ah” aku memelototi danan “entar gue bilangin Nunu nih” Nunu memang teman sekelasku dan Danan menyukainya karena ledekan ledekan teman-teman sekitar seperti yang ku alami
“eh, iya deh Na, engga deh tapi jangan bilangin Nunu ya” katanya memohon dan menyerah akhirnya
“iya nggak gue bilangin tapi lu jangan teriak-teriak kaya barusan dong” kata ku sambil berlalu dan duduk di kursi panjang yang ada di dekat ruang guru tersebut. Aku menunggu frea dan dinda, oh iya aku baru ingat aku membawa handphone lama ku, ku pakai untuk paparazi semua orang karena ini tanpa flash dan juga suara, aku benar-benar suka handphone ini Cuma satu yang aku bingung , kameranya Cuma 2.3 megapixels itu terlalu kecil jadi kemungkinan gambarnya agak buram yaaah tapi mau bagaimana lagi, aku harus terima lah. Ancang-ancang aku mengambil handphone ku membuka aplikasi kamera dan mengarahkan kamera pada Chris dengan gaya yang memang pura-pura tidak tahu jadi dia nggak akan tahu dan ini bagus banget memang cahaya pagi ini mendukung aku untuk menjadi paparazi
“Nana!!” Frea menyapaku dari jauh
“Nana!!” Frea menyapaku dari jauh
“Hah?” aku selalu menjawab begitu bila ada yang memanggilku
“itu Na, diatas hahaha”
“iya gue tauu” dia menunjuk ke arah Chris ya tapi aku lebih dulu tahu daripada dia ikatan batin mungkin haha, Frea segera duduk disebelah ku dan kami mulai bergosip ria
“yaah nggak ada Dinda” katanya memulai pembicaraan
“iya padahal ada Gihon, kemana sih tuh dia lama banget datengnya”
“di sms lagi dijalan katanya sih” kata Frea sambil mengutak atik handphonenya
Aku tetap memperhatikan Chris , ya aku tahu dia memang masuk kelas akselerasi dan menurutku aku tidak pantas menyukainya ini soal status semua tahu anak – anak dikelas akselerasi memang tidak pantas bergaul dengan anak-anak dari kelas lain tapi menurut ku? Itu teori salah besar status itu bukan untuk memutuskan hubungan tapi untuk menyambungkan hubungan lagi pula tidak ada kamus yang menganut asas seperti itu, itu hanya teori orang-orang tapi aku tidak sepenuhnya menganut teori tersebut mereka hanya mensugestikan diri mereka sendiri untuk seperti itu walaupun aku menganut asas seperti yang sudah aku bilang tadi tetap saja aku minder nilai dia dan nilai ku terpaut sangat jauh bagaikan langit dan bumi aku merasa bodoh sekali melihat nilai ku yang hancur begini aku saja sampai pusing sendiri.
“belum ada pengumuman lagi?” tiba-tiba vesta berdiri di depan ku
“iya belum ada lagi boro-boro deh guru-guru aja datangnya telat”
“guru-guru telat nggak pernah dimarahin murid tapi kenapa kalau murid telat guru malah marah-marah ya?”
“itu lah hidup di keadaan sekolah terima aja lah haha” kataku sambil tertawa lepas
“iya juga sih ya haha” jawabnya sambil tertawa juga “gue jalan ke sana deh ya bye” katanya sambil melambaikan tangan dan berlajan menuju papan pengumuman
“bye “ jawabku lagi
“KRIIIINGGGG” bel tanda masuk bunyi semua guru dari ruang guru keluar dan menyarankan untuk segera masuk ke kelas aku dan yang lain jalan bersamaan menuju kelas masing-masing wali kelasku ibu Dita berjalan dibelakangku jadi aku tidak mungkin telat hehe
Saat memasuki kelas aku dan yang lain berdoa dan ibu Dita mulai menyampaikan pengumuman dan aku hanya mendengarkan dan sesekali ada yang mengatakan suatu hal lucu dan semuanya tertawa aku memang sayang sekali dengan mereka. Penngumuman selesai dan semua bubar dari kelas menuju papan pengumuman.
Dan yah bagus sekali papan prngumumannya penuh seperti pasar induk sampai-sampai aku tidak dapat bernafas huh sempit oke aku memilih keluar dari kerumunan ini lebih baik menunggu nanti saja. Oke aku menunggu yang lain seperti biasa, Frea dan Dinda pun datang mereka tertawa tidak jelas seperti baru mengalami sesuatu yang konyol
“kenapa lo?” tanyaku
“na itu na” Frea menunjuk ke satu arah, oh jelas mereka tertawa seperti itu ternyata Chris berdiri tidak jauh dari tempatku duduk
“iya udah dong jangan ketawa kayak gitu” kataku agar tidak menarik perhatian Chris
“gatau na, lo kalo gue ledekin rasanya lucu deh haha” lanjutnya sambil tertawa
“heh, Din gausah ketawa deh itu juga ada Gihon” kataku frontal
“iya , Na udah diem deh” katanya sambil menghentikan tawanya
“hahahahahaha makanya jangan gitu” kini giliranku tertawa lebar
“Eh,iya sebentar lagi ada remedial IPA gue cabut ya” kata Frea sambil berjalan ke kelas remedial
“Na, gue mau naik ke atas ya mau cari temen sekelas minta kertas ulangan” kata Dinda sambil menuju tangga
Tinggalah aku sendirian disini aku mulai memasang headset dan memutar lagu Lil wayne yang ada di handphone ku beru saja merasa bahagia ada sesosok seseorang yang benar-benar tidak aku harapkan dia berjalan ke arahku dan aku pikir dia memang segera duduk disampingku
“Nana” katanya dengan lambaiannya yang aneh dan suaranya yang selalu aku heran mengapa begitu
“hai” jawabku sambil melambaikkan tangan, betul bukan tebakan ku dia duduk disampingku
“lo ga remedial ya?” tanyaku iseng padahal aku melihat namanya memang tidak dibulatkan di papan pengumuman
“nggak, lo sendiri?”
“keliatannya gimana?”
“enggak hahaha”
“yaudah hahaha” aku mengeluarkan buku bacaan dan mulai menguak isi buku tersebut , aku penasaran disini ada tentang tanggal lahir, tahun, shio aku mau meneliti Richard ah orang disebelahku ini hehe dia lahir bulan Oktober iya Oktober aku ingat segera kubuka dengan cepat halaman yang memang bertuliskan bulan oktober oke dapat haha disini ditulis ‘orang yang lahir pada bulan Oktober umumnya merupakan sosok yang santai dan tenang. Ia cukup rajin dan ulet, namun di tengah perjalanan ia kadang bisa berubah menjadi sosok yang kurang sabar ketika apa yang ditempuhnya tidakmenuai hasil. Secara keseluruhan, pribadi ini sangat menarik dan enak diajak bicara. Orang ini juga pandai bergaul dan bisa menghargai privasi orang lain.’
Hmm benarkah semua itu? Belum tentu benar , memang Richard pandai bergaul? Nggak juga tapi yasudah lah ini hanya sebuah buku yang memang iseng aku baca hehe
“eh apaan tuh coba liat” kata Richard sambil menarik buku yang aku baca
“eeh ehh” kata ku sambil mencoba menghalangi tangan yang mencoba mengambil buku ku, yang penting dia nggak boleh baca apa yang barusan aku baca.Hehe berhasil bukunya tertutup jadi dia nggak akan tahu apa yang aku baca tadi.
“Na , ini kok susah dibaca ya?” katanya sambil memegang buku ku
“emm yaiyalah ini kebalik Richard” kataku sambil membalik buku yang di pegangnya, memang dia senang sekali membuat lelucon konyol
“ohh kebalik hahaha” katanya sambil membalik buku ku
Aku melihatnya dia sibuk sekali membaca membolak balik bukunya, aku tidak bisa melihatnya dari sini melirik saja sulit. Aku relakan saja dia membaca apapun yang ada dalam situ
Hey itu Chris he he perasaan ku nggak enak aku rasa dia akan lewat sini, dan aku mules ini adalah bawaan salting setiap aku melihatnya dan bisa saja aku menjadi pucat pasi setiap melihatnya
“Na , itu siapa na?” tiba-tiba Richard yang sedang sibuk membaca buku melihat kearah yang sama seperti ku
“stop , chard jangan bikin gue salting deh” kataku dengan tampang muka yang semakin pucat ketika Chris mulai mendekat kearahku
“Na, Na,Na” kata Richard lagi
“stop chard stop” dengan suaraku yang hampir tidak terdengar. Dia lewat dan aku berpura-[ura tidak mengetahui dan cuek saat dia lewat
"Na, tadi Chris" kata Dinda yang tiba-tiba saja duduk disampingku
"Na, tadi Chris" kata Dinda yang tiba-tiba saja duduk disampingku
“apaan?” kataku
“itu tadi si Chris ngelirik elo”
“oh” kataku seadanya
“itu Gihon,Din hahaha” kataku sambil tertawa lepas tidak tahu mengapa kau selalu tertawa jika mulai mengejek pasangan lugu ini karena mereka sama-sama pemalu mungkin haha
“iya udah Na.”
Aku berjalan ke tempat seperti biasa Dad menjemput aku memutar dan memainkan handphoneku lumayan lama dan memutuskan untuk mengirim pesan singkat untuk seseorang
To:sensei
Sori kalo boleh tau kenapa kalo bales sms singkat banget ya?
-sent-
Sensei memang nama samaran untuk Chris just for information Chris memang lama sekali untuk membalas sebuah pesan singkat dan aku tetap menunggu jawabannya seperti orang bodoh
(to be continue.... part 2)
*kalo ada nama yang mungkin sama, ini kebetulan ya ;)*MY STORY
part 2
Tiba-tiba handphone yang ada di dalam saku rok seragam sekolahku bergetar menandakan sebuah pesan singkat masuk
From:sensei
Ye,ska2 gw kali, males ngetik lagian
Oke aku salah lagi atas menuduh seenaknya, maaf sensei bukan maksud, aku harap dia tidak marah padaku kuputuskan untuk membalas pesan singkatnya
To: sensei
Yee, santai aja kali mana gue tau lagian
-sent-
Oke aku harap dia memaafkanku, selama ini aku selalu bertindak bila menyukai seseorang aku bukan tipe yang gampang menyerah sekeras apapun orang tersebut aku akan berjuang tapi kali ini aku tidak tahu mengapa rasanya aku ingin menyerah saja, hanya informasi , Richard lebih sering mendengarkanku, memberi saran, menenangkan ku, dia selalu bertindak bila terjadi sesuatu terhadapku masalah sensei. Sensei tidak bertindak apapun walaupun sudah ku beri dia lampu hijau dia tetap saja melihat itu sebagai lampu merah , saat kubukakan dia jalan dia malah melihatnya seperti terkunci padahal aku membuka dengan kunci yang kututup selama ini hanya untuknya tapi lihat? Dia tidak pernah bertindak. Beberapa menit kemudian handphone bergetar lagi pesan singkat berikutnya masuk
From:sensei
Yaudah gw mau belajar dulu
Selesai masalahnya dia tidak marah padaku sebaiknya aku tidak mengirim pesan singkat lagi.
Aku terbangun dari negri mimpi aku mengambil jam yang ada di meja belajarku, hah??!! Ini jam nggak rusak kan? Sekarang jam 8 malam? Aku tadi tidur atau mati? Aku bangun dari tempat tidur dan duduk kembali di meja belajarku mengambil salah satu buku yang ada di laci meja
Aku membolak balik buku tersebut tetapi tetap saja tidak fokus dengan apa yang kubaca aku sibuk dengan pikiranku sendiri aku bimbang , galau mungkin lebih tepatnya aku tidak tahu apa yang ada dalm pikiran Chris karena aku memang bukan dia, dia tidak perduli atau dia perduli tapi hanya dengan teman-teman sekelasnya saja, dia dibandingkan aku? Sangat jauh aku bisa apa? Dia itu pintar , aku? Nilai ku hancur lebur semua seperti di awal aku memang tidak cocok dengannya. Jika aku boleh memilih aku tidak akan suka padanya lebih baik menyukai orang lain, aku minder suka dengannya. Aku galau bukan karena dia saja tapi karena ada Richard juga aku diantara dua pilihan, pilihan pertama adalah aku menyukai Richard dan meninggalkan Chris mungkin akan sakit atau lebih buruk lagi ketika itu juga Chris bisa saja menyukai ku. Pilihan kedua aku tetap dengan Chris dan menunggunya dengan tidak pasti karena Chris memang tidak perdulian sikapnya dan biarkan Richard dengan orang lain.
Pilihan itu sama-sama seimbang dan berat karena semua ada resikonya, tapi resiko terberat adalah jika Chris yang kutunggu selama ini tidak menyukaiku tapi dia menyukai orang lain, lihat kan betapa bodohnya aku menunggu yang tidak pasti.Aku melihat jam karena khawatir terlalu larut untuk aku berpikir terlalu dalam karena besok masih dan harus menlanjutkan aktivitas seperti biasa.Jam ku menunjukkan pukul 10 malam dan aku masih terjaga akibat tidurku yang tidak sengaja itu dan kini terpaksa aku harus membuat mataku terpejam lagi. Aku bangkit dari kursi dan naik ke tempat tidurku , berbaring dan menarik selimutku aku memandang langit-langit kamar jika mataku dipaksa seperti ini aku malah tambah susah untuk tidur akhirnya aku hanya memandang langit-langit kamar untuk beberapa saat, tiba-tiba wajahku memanas dan aku merasakan mataku buyar dan sejurus kemudian air itu pun meluncur dari mataku, aku tidak mengerti apa yang menyebabkan aku seperti ini aku kembali berpikir aku memang tidak cocok untuk Chris, aku mencoba untuk berhenti menyukainya tapi tidak bisa, aku menghilangkannya tetapi ini malah menjadi-jadi akiu terlalu lelah untuk ini aku memiringkan posisi tubuhku dan menarik selimut agar memendam kepalaku di dalamnya , aku memeluk boneka kesayanganku dengan erat berharap mendapat jawabannya saat ini juga.
“KRIIIIINGGGGGG!!!!!!!” aku terlonjak dari tidurku seperti disetrum listrik aku langsung mematikan jam wekerku dan mengembil handuk segera mandi, di dalam kamar mandi aku terus termenung dan aku hanya terdiam dibawah shower yang kusetel dengan air hangat, aku merasakan wajahku panas kembali seperti yang aku rasakan tadi malam, aku menahannya tapi itu malah menjadi jadi dan aku biarkan butiran-butiran itu jatuh dan kembali berhenti setelah beberapa menit aku terfokus kembali pada mandiku.aku segera memakai seragam sekolah dan mengambil tas sekolahku, aku mengambil sepatu dan dengan cepat aku memakainya segera aku menuju mobil.
Sekolah sepi seperti biasanya aku memang melihat beberapa anak yang sudah datang tetapi tetap saja sekolah dibilang sepi aku memasuki sekolah lewat lobi agar lebih cepat sampai pada papan pengumuman tetapi hasilnya tidak ada, tidak ada yang diumumkan lagi ya terima sajalah menganggur seperti kemarin , jika aku tahu begini aku lebih baik pergi lebih siang karena aku masih ngantuk sekali dan mataku yah, sedikit sembap tapi itu tidak masalah nanti juga akan hilang. Aku kembali berpikir aku belum siap untuk bertemu Chris hari ini mendengar namanya saja aku sudah tidak sanggup, aku terlalu takut aku selalu membangdingkan dia dengan ku, aku selalu minder bila melihat nilainya ketika kertas ulangan sudah ditangannya dan tidak sengaja aku melihatnya, aku selalu belajar keras tetapi nilai ku tetap segitu, tidak naik tidak turun dan sampai saat ini hubunganku dengan Chris tidak ada perkembangan maupun kemajuan dibandingkan Richard , dia lebih banyak perkembangan dan kemajuan, dia sering berkirim pesan singkat denganku beda dengan Chris kan? Aku memakluminya karena memang Chris seperti itu, Rinella yang memberitahu ku bila Chris memang seperti itu.
Sekolah mulai ramai semua bergantian melihat papan pengumuman dan mungkin berdoa dalam hati semoga mereka tidak di remedial, aku salah satu dari mereka juga. Predeksi kali ini benar aku tidak ada yang di remedial sama sekali tahu begini aku tidak datang ke sekolah lebih baik bangun siang di rumah, tapi tidak menyesal atas semuanya juga karena aku dapat melihat Chris walaupun aku tahu ini jarak yang sangat jauh tetapi memang itu benar bukan? Dia mungkin lewat di depanku, jalan didepanku tapi itu sebatas fisik dekat tapi hubungan? Itu berbanding terbalik, teman-temanku selalu menyemangatiku agar tidak menyerah mendekati Chris tapi kalau memang begini lebih baik aku tidak perlu menyukainya. Tapi ketika aku mulai menyerah selalu hati ku bertanya apa yakin aku akan menyerah setelah apa yang sudah aku perjuangkan.
“hoi jangan ngelamun terus dong jadi khawatir nih” kata orang disebelahku
“ah eh? Haha ga apa kok” kataku sambil melihat kearahnya
“oh iya fre? Lo nggak ada yang di remedial lagi kan?” sambungku pada Frea
“nggak semuanya udah beres, udah lega deh” katanya sambil menyandarkan tubuhnya pada tembok
“si Dinda mana?” tanyaku lagi
“ngejar cintanya Gihon kali, hahaha” jawabnya sambil bercanda
“iya juga ya hahahaha” sasmbungku
“ Na, itu” Frea menunjuk ke satu arah
“ya? Kenapa?” tanyaku sambil melihat kemana arah jari Frea menunjuk
Oh great aku mules , inilah yang namanya salting tiap aku melihatnya aku mules dan mungkin wajahku sekarang sudah pucat pasi, entah mengapa aku selalu begini jika melihatnya, ya dialah Chris, dia berjalan dari arah kantin memakai baju bolanya dan terlebih bagusnya lagi Chris tidak memakai kacamatanya membuat aku tambah tambah diterjang badai topan terdahsyat yang pernah ada. Dia berjalan ke arah papan pengumuman dan itu berarti dia berjalan menuju ke arahku juga
“heh, boncel jangan ngelamunin dia gitu deh” kata Frea sambil menggodaku
Ya aku tahu memang Chris tidak tinggi seperti Daniel tapi paling tidak dia tidak boncel hanya pendek
“dia nggak boncel Fre, dia Cuma pendek lagian dia sama gue juga tinggian dia” kataku sambil menunjukkan tampang bete ku
“ya tetep aja kalau kata gue boncel ya boncel hahahaha” katanya dengan bahagia
“oke gue ikhlas dan menerimanya” kataku akhirnya dengan pasrah
Dan sekarang Chris semakin dekat dan mengapa dia harus melawati koridor ini dia kan bisa lewat lapangannya di situ ya tapi memang dia tidak salah sih , ini kan jalan umum. Dan dia pun lewat jantungku seperti senam pagi hari ini dan badanku super lemas tak tahu sebenarnya Chris mempunyai kekuatan apa untuk melakukannya.
“Fre, ambil ulangan sana ke ruang guru” suara seseorang memecah keheningan itu teman satu kelas Frea
“gue nih? Yaudah deh” jawab Frea kemudian “Na, gue ke ruang guru ya” sambungnya
“oh iya oke, gue ke labas bentar mau liat si Vesta sama Jesi”
“oh entar gue nyusul deh”
“oke deh sip” kata ku sambil berdiri dan jalan menuju lapangan basket. Saat aku menuju lapangan jalan memang sepi mungkin karena sebagian murid-murid kelas 8 dan 7 banyak yang tidak masuk hari ini. Tapi itu ada murid SMA siapa ya? Kok kayak tahu, oh itu Indra yang disuka Vesta tapi dia mau kemana kok arah jalannya ke lapangan basket juga, ah ikutin deh kali-kali jadi mata-mata boleh kan, aku mengendap endap di belakang Indra yang menuju lapangan aku mengambil jalan lain melewati jalan sebelah gedung serba guna dan berdiri disana. Aku memperhatikan dan disana hanya ada Vesta, tapi tunggu dimana Jesi?? Kok dia nggak bareng Vesta? Atau mungkin Jesi lagi sama Jaya. Aku terus memperhatikan mereka berdua di sana aku melihat Indra berbicara sedikit serius dan Vesta seperti biasa dia salah tingkah sendiri, beberapa menit kemudian Indra beranjak dari duduknya dan tatapan mata Vesta kosong memandang lapangan di depannya aku disini yang tak mengerti apa-apa hanya mamndang mereka secara bergantian dan bingung ketika Indra menaiki tangga aku agak sedikit mundur agar dia tidak mengetahuinya. Ketika Indra sudah berlalu aku berjalan menuruni tangga dan menuju kearah Vesta sesaimpainya aku di tribun aku duduk disamping Vesta
“Ves, lo kenapa?” tanyaku yang terus menatap Vesta karena Vesta masih memandangi lapangan yang ada dihadapannya
“Indra, Na Indra” Vesta mengatakannya lemah sambil memandang ke arahku
“Indra kenapa Ves? Dia bilang apa?” tanyaku yang mulai khawatir
“Dia mau pindah Desember ini” sekarang nada bicaranya semakin pelan, tetapi Vesta memang seseorang yang tegar , sekarang pun dia tidak menangis walau aku tahu dia pasti sedih
“terus? Dia pindah tanggal berapa? Lo di kasih tau nggak?”
“enggak Na, dia Cuma bilang mau pindah”
“coba tanya sama Jaya deh, tapi beneran dia mau pindah?”
“dari nada bicaranya tadi sih kayaknya serius”
Aku sedang memikirkan kenapa Indra sampai datang pada Vesta untuk memeberitahu ini padahal Vesta dan Indra tidak dekat sama sekali paling mereka berbicara satu sama lain hanya ketika Indra memberi ucapan selamat ulang tahun pada Vesta di bulan November lalu, mungkin kali ini ada yang menekankan pada Indra untuk memberi tahu pada Vesta langsung kali ini.
“oke nanti tanya Jaya kapan Indra pindahnya , gue udah nyiapin rencana buat lo”
“hah? Rencana apa?”
“lo nanti juga tau kalo rencana itu udah jadi” air muka Vesta kini berubah drastis dari serius menjadi lebih relax
“ah, jangan yang macem-macem tapi”
“udah lo terima beres aja”
“oke gue ngga sabar nungguin itu”
“buat diri lo sabar nunggu itu haha”
“penasaran gue haha”
“udah ah gue ke atas ya , si Frea nggak kesini nih tadi bilangnya dia mau kesini”
“oh yaudah lagian si Jesi juga sms gue katanya udah mau ke sini”
“oh oke bye”
“bye”
Aku sudah memikirkan rencana yang pas untuk Vesta nanti pada saat perpisahannya dengan Indra aku harap Vesta tidak akan marah soal ini karena aku membutuhkan banyak orang untuk melaksanakannya
Heeeey bukannya mereka itu anak bola ya? Tapi where’s my sensei? Seperti biasa Chris tidak ikut bermain bola dengan mereka, sesekali pernah sih tapi kali ini tidak aku hanya melihat Gihon, ya Gihon said “football is my life” see its true , ada ya ternyata manusia kaya dia pernah sih Dylan juga begitu makanya kok ada manusia kaya mereka gitu.
Frea dan Dinda sedang mengobrol bersama Danan juga aku pikir mereka mungkin sedang bergosip tentang Nunu atau Daniel haha
“hei ngga pada balik nih?” tanyaku ketika sampai di depan mereka
“belum” kata Danan
“tumben lo nan, belom balik biasa udah nggak tau kemana”
“lagi nungguin si Daniel ayangnya Frea hahaha”
“ahahhahaha” tawaku meledak
“ga harus pake embel-embel ayangnya Frea bisa nggak?” kata Frea dengan wajah yang super gondok sambil melihat Danan
Tiba-tiba handphone ku bergetar cukup lama aku melihat layar dan tertera si penelfon
Ini Dad
“halo?”
“Na, udah selesai?”
“udah, Dad dimana?”
“ini masih jauh tungguin ya”
“oh iya”
-klik-
Telefon dimatikan
“siapa Na?” tanya Frea
“bapa gue” kataku kalem
“ohh kirain sensei hahaha” Frea mulai mengejekku lagi terus saja sampai mereka puas meledekku
“iya terus aja biar lo seneng deh” kataku pasrah
“eh balik yuuk” kata Dinda tiba-tiba
“yuk” sambung Frea . Aku mengikuti mereka dari belakang tadi Danan memang pergi duluan karena ingin pergi bersama Daniel mungkin pergi latihan bola atau main aku tidak tahu.
“Na, bapa lo udah jemput?” tanya Frea
“belum katanya mungkin telat karena macet”
“ohh gue balik duluan ya? Bye” kata Frea
“Bye” kata Dinda
“Bye” kataku sambil melambaikan tangan
Aku menunggu sendirian disini seperti biasa karena memang telat ya jadi ini sekolah bakalan sepi paling-paling Cuma murid-murid SMA . Aku memandang sekitar dan tidak sengaja melihat Richard aku langsung mengalihkan pandangan pura-pura tidak melihatnya tapi apa sekarang? Itu sama sekali tidak berhasil
“Nana” kembali dengan lambaian dan suara anehnya itu huuh terima nasib saja deh
“Hai” kataku datar
“Kok lo belom pulang?” tanyanya
“belom, bapa gue telat jemput katanya, lo sendiri?"
“Belom nungguin cici gue”
Sekolah semakin sepi dan sepi entah mengapa makhluk yang satu ini belum pulang juga dan mengapa dia harus berdiri diampingku, aku tahu dia memperhatikanku
“nggak usah liat liat deh”
Dia langsung pura-pura melihat langit dan pandangan mata ku masih ke jalan depan tidak bergeser satu senti pun, dia melihatku lagi
“jangan liat-liat ngerti nggak maksudnya?”
Dia pura-pura melihat langit (lagi) dia memang begitu konyol kelakuannya, kini dia memandang ke arahku lagi
“ngerti nggak artinya jangan ngeliat?” kataku sambil memutar kepala kearahnya “ga usah liat langit gue tau lu liat gue tadi”
“eheh ketahuan deh” katanya cengengesan
“iya lah lo jelas-jelas ngeliatinnya gitu gimana gue ga liat?”
“iya ya? Hahahaha”
“pulang gih, udah sore” dia malah sibuk dengan telepon genggamnya kelihatannya dia sedang mecoba menelfon cicinya tersebut
“eh masa yang gue telfon cici gua tapi ini yang jawab malah orang lain cewe gitu masa”
“Richard, itu operator bukan cici lu” kataku tak sabaran
“oh gue kira cici gue hahaha” mulai deh dia melakukan hal konyol lagi tapi jujur dia pengobat setres dan penat karena pelajaran
“ yaudah kalo nggak bisa ditefon lo pulang duluan aja sana”
“nggak mau ah aku kan mau nungguin Nana sampe pulang” dia mulai begitu suka ngelantur kalo ngomong
“ihh terserah deh” kataku pasrah. Kami membicarakan banyak hal sampai Dad menjemputku saat aku menaiki mobil aku melihat dia melambaikan tangan padaku , ya lambaian anehnya itu dan aku harap Dad tidak melihatnya bisa gawat kalau Dad melihatnya , aku akan bilang apa nanti?
Sekarang aku didalam mobil sibuk dengan perasaan ini sebenarnya ada apa ini? Dengan Richard? Kok bisa seandainya waktu itu.......
(to be continue.... Part 3)
MY STORY part 3
MY STORY part 3
Yeah seandainya waktu itu dia di kelas peer conselor dia nggak muncul tiba-tiba seperti ninja disampingku ketika aku menulis di papan tulis mungkin aku tidak akan mengenalnya karena setelah kejadian itu aku sering diejek oleh teman-temanku ya aku terima saja tapi justru karena itu sekarang aku bingung , awalnya memang aku bercanda saja tapi kok makin kesini makin jadi serius ya kesannya dia dan aku sering berbagi cerita tentang suka maupun duka aku pun sering menceritakan hubunganku dengan Chris padanya dan tahu apa? Dia juga pernah mengalami hal yang sama denganku dia juga pernah dicampakkan oleh perempuan ya, padahal dia sudah berusaha tapi tetap saja si tersangka tidak memperdulikannya. Aku jadi turut bersedih ketika mendengarnya tapi bukannya itu berarti mengasihani diriku sendiri ya?tapi sudahlah biarkan ini berjalan apa adanya, sekarang aku ingin menyusun rencana untuk Vesta yang akan berpisah dengan kekasih tercintanya itu haha sekarang gini, aku belum tahu kapan Indra akan pindah padahal langkah pertama adalah mengetahui kapan Indra pindah..... telefon genggamku berdering menandakan sebuah pesan singkat masuk
From:Vesta
Na, katanya Jaya sih, Indra pindahnya awal januari.
Haha rencanaku akan berjalan sukses aku akan melangsungkannya sekalian dengan tahun baru, bukankah itu sangat sempurna?. Sekarang rencana pertamanya adalah aku harus kenal dulu dengan yang namanya Indra atau ada pilihan kedua minta bantuan oleh pihak dua untuk membantuku, pihak kedua bisa dibilang Jesi, mungkin Jesi bisa membantuku mengajak Indra di acara yang akan kuadakan tapi ini untuk Vesta bukan untukku haha. Menentukan tempat yang cocok mungkin salah satunya daalah sekolah tapi ya, banyak mata memandang sih ya jika nanti begitu aku buat mata mata itu tidak memandangnya , mungkin lapangan basket akan menjadi indah jika perpisahannya disana aku tidak akan memberitahu Vesta sedikit pun soal rencana ini karena jika aku memberitahunya dia tidak akan setuju dan dalam kata lain ini adalah surprise hehe aku benar benar iseng tapi rencana ini belum tentu dilaksanakan tepat pada tahun baru bisa lebih cepat karena libur sekolah semakin dekat , aku akan membicarakan hal ini bersama Jesi besok disekolah dan tentu saja tanpa Vesta. Aku kan mengadakannya di sekolah semua rencana sudah berputar di otak ku hahaha.
Sekarang kembali ke masalah Chris sebentar lagi juga hari ulang tahunnya apa yang harus aku perbuat? Aku bingung, aku beri dia kado atau tidak aku bingung aku akan menunggunya dan melihatnya nanti saja alias nggak mikirin sama sekali haha.
Pagi ini datang pagi yang kunanti satu orang pertama yang ingin aku temui Jessica dimana dia sekarang tapi seharusnya aku sudah tahu bahwa Jessica sering datang siang he he he. Hari ini hari terakhir masuk sebelum pembagian rapot ya itu tandanya sudah ke arah negatif alis nggak ketemu sensei untuk sementara waktu ya itu berarti Chris i’ll miss you so. Liburan hhh aku tahu libur ini hanya dua minggu itu berarti sangat kurang untuk anak seumuran kita kita gini nggak usah deh ditanya kita yang seumuran gini tanya aja sama orang yang kerja jawabannya bakalan sama deh di jamin. Aku melihat sesosok cowok yang pagi ini aku belum benar benar sanggup melihatnya karena ya tahu lah ini masih pagi jadi masih dalam tahap ngumpulin nyawa istilahnya. Chris jalan dengan santainya seperti biasa dengan kacamata coklatnya dan mata menatap lurus dan tegas dan sejujurnya aku sedikit takut dengan tatapannya karena tipe orang yang memiliki garis mata tegas kalau ngeliat orang itu tajam bikin beku seketika tanpa sadar aku terus saja memperhatikannya hingga dia menoleh kearahku dan aku bertemu pandang dan sesuai dugaanku pandangannya membuatku mati rasa dan salah tingkah sendiri, se persekian detik kemudian aku memalingkan wajahku berpura-pura melihat ke arah lain dan menyibukkan diri sendiri padahal aku tidak tahu apa yang harus aku kerjakan sungguh kali ini memalukan!. Aku beranjak dari dudukku dan mulai mencari Jessica atau lebih akrab disebut Jessi.
Aku celingukan sana sini berharap menemukan sosok Jessi dan itu dia segera aku menghampiri sebelum keduluan Vesta, aku berlari kecil menuju kearah Jessi dan Jessi yang tidak mengerti hanya menatapku heran.
“kenapa Na?” tanya Jessi heran
“ini gue punya rencana tapi gue butuh elo buat bantu gue”
“rencana? Rencana apa dan buat siapa?”
“ini buat Vesta lo tau kan Indra mau pindah soo gue pengen perpisahan mereka tuh nggak bakalan terlupakan gitu”
“hah? Elo yakin Indra bakalan pindah ini kan Cuma sekedar isui belaka , Na”
“iya? Waduh rencana indah gue bisa gagal dong”
“ya setau gue sih ya mendingan jangan dulu deh jaga-jaga aja takutnya Indra nggak jadi pindah entar malah elo yang repot sendiri lagi”
“iya juga sih oke deh, tapi kalo ada kaber lagi jangan lupa kabarin gue ya, Jes”
“oke dah Na”
“yaudah deh Jes gue masuk kedalam duluan ya”
“yoi, bye”
“bye” kataku menutup pembicaraan, kalo begitu bagus sekali rencana indahku gagal! haaahhhhhh
Sekarang tanggal 15 dan lebih tepatnya hari Rabu. Pengambilan rapot akan diadakan hari jumat nanti artinya lusa aku tidak bertemu Chris satu hari haha apa apan sih aku ini sudah lupakan ini tidak usah dibahas. Maaf kali ini akuterlalu banyak membahas tentang Chris jadi begini teman sekelasnya itu , ini perempuan ya, sering banget diledekin suka sama Chris dan reaksinya yang paling menggelikan adalah muka Chris merah kayak tomat yang sudah matang ya wajar saja jika aku curiga bisa saja akibat ledekan itu Chris npernah suka sama miss.X ini ya (sori di sensor). Ya kalau mau dibandingkan sih aku dengan si miss.X itu? Jauh berbeda dapat dibilang 180 derajat beda! Miss.X adalah perempuan feminim, cantik, tubuhnya semampai, kulitnya juga bebas dari jerawat yang jelas dia adalah salah satu cewek idola di sekolah nah, dapat disimpulkan bahwa aku berbeda sekali tak usah diitanya bagaimana sifatnya jelas aku lebih galak nggak ada manis-manisnya , feminim? Terimakasih aku tidak tertarik sama sekali aku pakai rok saja terpaksa karena peraturan sekolah jika boleh memilih seragam aku akan memilih menggunakan celana ya ini 2010 dan menuju 2011 tolong deh bukan jamannya kartinian lagi semua sudah globalisasi dan emansipasi.
Berjam jam berlalu aku tidak ada remedial dan aku disini sampai jamuran mungkin bila aku diibaratkan sebuah makanan. Hari ini tidak ada yang menyenangkan padahal besok libur dan kemudian lusa ambil rapot lalu.... libur panjang tapi diralat maksudnya pendek berarti aku akan merindukan teman-temanku selama dua minggu itu. Sekarang waktunya pulang dan dengan kekecewaan surprise spesial buat Vesta gagal total! Tapi kuharap ada keajaiban untuk Vesta agar Indra tidak benar-benar pindah karena ku tahu Vesta benar-benar menyukainya walaupun Vesta tidak langsung mengatakannya, semua gerak geriknya mengatakan segalanya, yah aku turut bersedih juga karena aku pun pernah mengalaminya dulu , ketika Vesta benar-benar menemukan apa itu cinta, tapi cinta itu pergi tapi ketika dia belum yakin menemukan cinta. Cinta itu tak kunjung datang.
§¨©ยช
Hari ini jumat saatnya pembagian rapot, aku datang bersama Dad karena Mom lagi keluar kota dan berarti aku juga harus ikut mengantar Dad ke sekolah karena Dad nggak tahu dimana kelas ku, aku melihat sekolah masih sepi , namanya juga orang tua ya nggak beda jauh sama anak-anaknya tapi salah satu teman sekelasku sudah ada yang menenteng rapotnya dan aku pikir saatnya aku dan Dad untuk turun tapi perasaanku tidak yakin.
Benar saja sampai lobi sekolah pun sekolah masih sepi seperti biasa, aku melihat rinel duduk sendiri di kursi panjang dekat ruang guru tapi ada beberapa anak lain dari kelas 8 dan 7, aku menghampiri rinel dan duduk disebelahnya
“nana, kok pake seragam nggak bilang biang gue” ya memang hari ini aku memutuskan memakai seragam takut dimarahi ibu guru tapi ternyata hari ini banyak yang menggunakan baju bebas, sial!
“iye takut dimarahin sama bu Dita”
“oh” dalam pikirankum dan ada sedikit pikiran jahil untuk meledek Rinel
“nel, ko ga bareng Alwin? He he he” kata ku sambil cengengesan
Tapi kemudian beberapa saat setelah aku berbicara seperti itu malah menjadi bencana untukku. Chris datang bersama ibunya yang jelas sekali dari tempatku dan Rinel duduk , Rinel langsung tersenyum nakal kearahku dan aku menatap Rinel dengan mati gaya membayangkan bila Dad akan tahu
“Na, Na gue bilang niih” dengan senyum kemenangannya
“ah jangan Nel jangan ada bokap gue” kataku setengah berbisik
“tuh Na, ada ibunya juga lagi disitu biar semuanya tahu” Rinel setengah ngotot dengan ucapannya
“itu namanya elo yang kepengin” balasku setengah ngotot juga
Lalu pembicaraan kami selesai dan malah digantikan mengamati Chris tak tahu panggilan dari mana aku dan Rinel spontan melihat ke arah Chris yang duduk di seberang kami dan tentunya ada ibunya satu lagi tambahan ada Alwin he he he, aku melihat Chris dia sedikit mengobrol dengan Alwin, dan aku mengamati ibunya juga sedikit mirip dengan Chris dan itu menurtku. Lalu aku melihat para wali kelas keluar dari ruang guru dan spontan aku mengajak Dad ke kelasku. Aku membuntuti Dad dari belakang dan aku hanya memberi arah ke mana kelasku. Aku diluar kelas karena memang murid tidak ada yang masuk , kelasku dan kelas Chris lumayan jauh karena kelasnya ditempatkan di kelas yang seharusnya di isi oleh kelas 8 tapi yang jelas aku dapat melihatnya jelas dari sini. Di depan kelasku.
Dad keluar kelas sambil membawa rapot ku dan tahukah betapa aku mulas tidak karuan saat melihat rapot sudah ada di tangan Dad,
“nih rapot kamu, ranking 7 katanya” kata Dad sambil menyerahkan rapot ku
Aku menerimanya sambil cengengesan karena ranking ku turun he he. Aku segera membuka rapot ku dan membolak baliknya melihat nilai-nilai yang tertera disitu memang tidak ada yang menggunakan pensil tetapi ada dua nilai yang pas-pasan. Aku melihat hasil Try Out ku juga, tidak begitu buruk tapi kenapa matematika ku harus 55? Membuat rata-rataku 68 huhhh.. tapi tak apalah karena keterangan disitu lulus lega rasanya melihat rapot yang tak begitu jelek dan hasil Try Out yang lumayan.
Aku melihat Chris lewat balik jendela kacamataku, dari sebrang sini dia bergaya seperti kaget saat ibunya memeberikan rapotnya tapi sedetik kemudian dia datar kembali seperti melucu tapi itu cukup membuatku memberikannya senyum simpul di sudut bibirku. Dia pulang bersama ibunya too soon to see him gone although i just see him for a moment. Aku tahu dia takkan pernah perduli dengan perasaan ku tapi siapa peduli? Kan aku yang menyukainya. Dan aku memutuskan pulang karena hujan diluar sana mulai mengguyur kami semua yang ada di lingkungan sekolah. The rain is feels down here make me remind piece by piece of him when i met him in jogja..... the first moment made me knew and start to love him.
§¨©ยช
Selama liburan dirumah sangat membosankan sekali aku tidak pergi kemana hanya melangkah bolak-balik di dalam rumahku. Aku juga berpikir teman-temanku hanya duduk manis di rumah. Sungguh ini membosankan dan membuatku jengkel.
Hari demi hari berlalu dan ini sudah hampir tahun baru, ternyata teman-teman Sekolah Dasarku dulu mengajakku untuk runian tapi lebih kepada nonton bareng bola jujur aku senang bertemu mereka tetapiada satu yang membuatku ingin sekali pergi ke sana, angga. Aku ingin membuktikan bahwa aku sudah benar-benar tidak menyayanginya seperti dulu saat kami masih bersama. Aku bisa karena aku sdudah mendapatkan penggantinya yaitu Chris yang membuatku berambisi untuk mendapatkannya karena aku benar-benar menyayanginya.
Hari ini aku berangkat ke bekasi memang aku tidak menginap disana karena ini sudah hampir tahun baru aku akan menghabisakan tahun baruku bersama orangtua ku. Sudah cukup waktu 6 tahun merayakan tahun baru bersama mereka teman-temanku yang berada di kota Bekasi artinya aku sudah melewati 6 kali tahun bersama mereka disini, di Bekasi. Aku sampai dan pemandangan yang benar-benar kurindukan lingkungan rumah jalan-jalan yang sering kulewati untuk bermain bersama teman-teman ku, aku masih dapat menghafal rumah mereka. Acara sebenarnya di mulai jam 5 sore tapi aku memutuskan untuk datang pagi karena aku ingin bernostalgila bersama Icha teman dekatku saat tinggal disini dan rumahnya pun hanya perlu berjalan beberapa langkah dari rumah nenekku yang selama 6 tahun dulu aku tinggali. Saat aku sampai aku bete sekali karena mereka hanya sibuk dengan urusannya membuatku menganggur disini. Dan aku malah bertemu teman ku yang kukenal baru dari kelas 5 SD itu , Indy namanya , dia asik diajak bicara, satu hobi denganku yaitu melucu, semuanya dibuat lucu olehnya sampai pada saat aku mengobrol dengannya malah tertawa-tawa dan bernostalgia mulai dari A sampai Z. Saat aku mengobrol dengannya ada seorang anak laki-laki yang seumuranku mengendarai motor dan aku yang sedang berdiri di dekat pagar rumah sambil tertawa-tawa, langsung menyedot perhatianku saat dia lewat dia menatao ke arahku dan aku pun begitu aku tahu siapa itu, itu Dwiki. Yang membuat masa Taman Kanak-Kanak ku meninggalkan bekas dan kenangan yang sangat memalukan dulu, sudah aku takkan mengingatnya tapi setiap kali bertemu dengannya aku harap aku takkan mengingat kejadian itu karena sungguh itu menurunkan martabatku!. Dan ternyata Indy juga mengenal Dwiki karena mereka satu sekolah disini sampai pada jam 3 Indy pulang karena akan segera pergi bersama keluarganya , itu alasan kenapa Indy tidak ikut reunian dengan ku disini. Aku masuk kedalam rumah dan memutuskan untuk mengirim pesan singkat untuk Richard.
To: Richard
Cat, gile gue lagi dibekasi mo reunian sama anak-anak sd gue dulu, mana ada mantan lagi, kemaren ini gue baru ada sesuatu yang memalukan masa iya gue harus ketemu sih -.-
-sent-
Yah, you know lah si Angga baru baru ini aja dia mengakui bahwa ketika aku balikan dengannya , ternyata dia tidak menyukaiku, sial! Dia mempermainkanku lagi! He wanna fight with me , when i revenge him!.
Richard nggak bales ya sudahlah biarkan dia dengan dunianya dan aku dengan duniaku lagipula ini hampir jam 5 , tapi tapi Icha belum balik juga dari pelancongan bersama teman-temannya itu coba coba aku akan telepon dia
“tuuut tuut” aku tetap menunngunya
“halo na? Kenapa?”
“lo dimana ca? “
“ini nih na gue masih ngurusin konsumsi biasa nih bcah-bocah rempong kalo nggak ngurusin sendiri”
“ohh, disana ada siapa aja?”
“ini ada mia, rifat, maya, nadia,... wooy ada gue ada gue” ribut disana sini aku sampai pusing mendengarnya
“ohh ini na ada dwiki juga nih na emm emm hahahahaha” suara di ujung sana tertawa dan diikuti beberapa suara orang yang tertawa juga disana
“ihh apaan sih” kataku sewot tapi jika aku berada disana aku bakalan seperti ayam panggang jujur aku melihat wajahku yang terpantul di cermin rumah, mukaku merah dan panas hahaha
“ini juga si dwiki yang teriak teriak minta dikasi tau kalo ada dia di sini”
“yauudah sih udah deh hahahaha” kataku tak mampu menahan tawa
“yeeh bocah malah tawa-tawa hahaha” kata Icha dengan tawaan yang sangat senang karena sudah sukses meledekku habis-habisan.
“yaudah deh ca, gue berangkat bareng lu aje , biarin aje telat bilangin gue sibuk gitu haha”
“oh oke deh, gua mau balik ngurusin ini nih makanan, konsumsi nih ribet deh”
Icha menjemputku dengan motornya bersama Nadia yang akhirnya si Resa nih yang jelas jelas nama aslinya Fariza harus rela membonceng Nadia karena memang aku dibonceng oleh Icha dan akhirnya Resa harus membonceng Nadia untuk pergi ke tempat reunian tersebut. Aku ikut mengambil bakso bakar yang sudah dipesan sejak tadi pagi dan jumlahnya itu 150 bayangkan aku harus memangku itu semua di atas motor sudah begitu paha ku tertusuk stick bakso tersebut hhhh malangnya nasibku menjadi panitia dadakan begini.
Aku dan yang lain segera menuju lapangan yang belum disiapkan. Ketika sampai malangnya nasibku harus bertemu dengan Angga yang sungguh hari ini aku belum siap bertemu dengannya. Dan aku disambut meriah sekali oleh mereka tapi sambutannya terlalu merih sehingga aku jadi dongkol sendiri.
“ngaa, nggaa mantan ngga mantan” aku yang baru turun dari motor dan membetulkan kacamatku hanya menengok ke arah mereka sebentar dan kemudian aku mengecek telepon genggamku, tidak ada pesan masuk, dan tidak ada telepon masuk, aku memutuskan langsung jalan ke lapangan untuk membantu langsung disana.
Menggelar karpet, tarik kabel ke sana, angkat televisi, angkat meja, nyiapin makanan, semua disini sangat dan super sibuk ankat sana angkat sini dorong, tarik, gulung, gelar ambil ini ambil itu sampai-sampai kami lalu lalang ke rumah temanku untuk mengambil segala keperluan yang dibutuhkan karena ini acaranya memang misbar alias gerimis bubar lah. Setelah semuanya siap aku dan yang lain menunggu acara bola alias AFF yang memang akhir akhir ini sedang buming di kalangan semua umur untungnya acara berjalan dengan lancar tidak ada masalah sedikit pun.
Acara pun selesai dan aku harus segera pulang karena aku tidak menginap disini , aku akan kembali ke bogor malam ini juga sebetulnya aku sangat sedih ya begitu aku hanya satu malam bergila-gila dengan Icha yang memang sebetulnya anak ini lebih heboh daripada aku, dikejar 5 orang cowo aja sikapnya ogah-ogahan gitu ya aku sebagai temannya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuannya itu.
Sekarang sudah jam sebelas malam sekarang harusnya Mom dan Dad sudah sampai untuk menjemputku tapi ini belum sampai juga , sampai aku tidak sengaja ketiduran mereka baru sampai, mereka masuk dan mengobrol sebentar dengan nenek dan kakek. Beberapa saat kemudian aku , Mom dan Dad beranjak pergi dari rumah nenek dan segera berangkat menuju bogor, aku duduk sendiri di jok belakang mobil dan sengaja menyandarkan kepalaku ke jendela mobil menatap langit-langit dan jalanan yang sepi karena sudah malam, aku melamun memikirkan segalanya, dan akhirnnya semua kenangan itu bermunculan kenangan tentang Chris sewaktu aku CTL di jogja kemarin membayang kan jika aku memang belum menyukainya sebelum pergi ke jogja yang secara tidak langsung aku menyukainya saat di bis itu kejadian tidak sengaja yang membuat semua ini berantakan aku harap aku bisa melupakannya saat ini juga...... (continue part 4)
hai kawan-kawan yang baca ini *bow* mian ya kayaknya gue ga akan lanjutin part 4 sampe kapanpun soalnya ini bener-bener real life kalo mau tau yaaa orang-orang di dalem sini beneran idup alias ada haha. mau ceritain keadaan terakhir gue ini.
pertama, gue rasa gue belum-belum move dari Jung. ah sial! akhir-akhir ini gue dengan iseng dan gilanya BBM dia dengan tema yang ga jelas
kedua,pas gue masuk SMA gue suka lagi sama kaka kelas gue dulu, di cerita ini kayaknya sih ga ada. yah siapa peduli juga haha
ketiga, ehem yang paling penting... ga begitu paling penting juga sih. gue mau lanjut ngejar Jung. ssst this one is secret yak don't tell anybodeh.
ya gitu aja kalo sempet paling gue update berita terbaru lagi haha
ini updatean baru tanggal 26 agustus tepatnya haha, soal ngejar jung yang diatas itu ga bener deh beneran, itu gue lagi becanda aja haha. why? ya soalnya jung udah ga satu sekolah sama gue. what can i do? ya ga sih? ngeliat jarak jauh kan gabisa kaya gitu juga. gue sih pengennya feel free dulu ya, ga suka siapa-siapa aja, lagi nikmatin masa kesendirian gue haha. lagian single is free juga sih makanya gue oke-oke aja dan masih bernapas sampe hari ini haha. segitu aja ya. jalja~
post terbaru. 17/11/2012. 18:21 PM
apa kabar kawan batu? batu disini baik" saja.. ya ga baik" banget sih. cuma kok agak pengen ngakak ya, selama ini ngomong sendiri, gila sendiri. kaya punya dunia sendiri... ahahaha. cerita akhir-akhir ini mengejutkan, ya ga mengejutkan banget sih cuma tuh ahahaha, udah lah gapenting juga kalo dibahas. gue baru nyadar kalo hidup gue itu bukan tempat main, apa yang gue lakuin bakalan beresiko nantinya. oh iya baru keingetan... gajadi deh ahahaha gue lagi mikir.. apa gue ini menyedihkan?
post terbaru. 29/03/2013. 13.10
happy easter day everybody. entahlah apa kalian ngebuka tab yang ini atau engga. tapi gue cuma masu kasih tau aja, gue taken. dan bukan sama Jung. agak sedih sih, soalnya penantian selama ini hanya berakhir gitu aja, gitu aja. kayaknya pertemuan terakhir di megaspirit itu, udah jadi penutup buku di kisah gue dan dia deh. kenangan itu seolah berenti disitu juga, kalo gue boleh milih, sebenernya gue masih pengen hidup di 2 tahun yang lalu, ngambil step yang lebih cepet buat deketin dia, soalnya harapan itu bakalan terus hidup kan kalo kita yakin dan percaya?
but well oh well, kita gaboleh menyesali keputusan juga kan? mungkin Jung bakalan terus hidup dalam memori gue, dia bakalan selalu disitu. hanya aja gue berusaha hidup tanpa memori itu.
makasih ya Jung, buat semua kenangan itu, walaupun lo ga akan pernah tau gue, siapa gue, dan apa yang gue lakuin.. but for all, just Thankyou :)
hai kawan-kawan yang baca ini *bow* mian ya kayaknya gue ga akan lanjutin part 4 sampe kapanpun soalnya ini bener-bener real life kalo mau tau yaaa orang-orang di dalem sini beneran idup alias ada haha. mau ceritain keadaan terakhir gue ini.
pertama, gue rasa gue belum-belum move dari Jung. ah sial! akhir-akhir ini gue dengan iseng dan gilanya BBM dia dengan tema yang ga jelas
kedua,pas gue masuk SMA gue suka lagi sama kaka kelas gue dulu, di cerita ini kayaknya sih ga ada. yah siapa peduli juga haha
ketiga, ehem yang paling penting... ga begitu paling penting juga sih. gue mau lanjut ngejar Jung. ssst this one is secret yak don't tell anybodeh.
ya gitu aja kalo sempet paling gue update berita terbaru lagi haha
ini updatean baru tanggal 26 agustus tepatnya haha, soal ngejar jung yang diatas itu ga bener deh beneran, itu gue lagi becanda aja haha. why? ya soalnya jung udah ga satu sekolah sama gue. what can i do? ya ga sih? ngeliat jarak jauh kan gabisa kaya gitu juga. gue sih pengennya feel free dulu ya, ga suka siapa-siapa aja, lagi nikmatin masa kesendirian gue haha. lagian single is free juga sih makanya gue oke-oke aja dan masih bernapas sampe hari ini haha. segitu aja ya. jalja~
post terbaru. 17/11/2012. 18:21 PM
apa kabar kawan batu? batu disini baik" saja.. ya ga baik" banget sih. cuma kok agak pengen ngakak ya, selama ini ngomong sendiri, gila sendiri. kaya punya dunia sendiri... ahahaha. cerita akhir-akhir ini mengejutkan, ya ga mengejutkan banget sih cuma tuh ahahaha, udah lah gapenting juga kalo dibahas. gue baru nyadar kalo hidup gue itu bukan tempat main, apa yang gue lakuin bakalan beresiko nantinya. oh iya baru keingetan... gajadi deh ahahaha gue lagi mikir.. apa gue ini menyedihkan?
post terbaru. 29/03/2013. 13.10
happy easter day everybody. entahlah apa kalian ngebuka tab yang ini atau engga. tapi gue cuma masu kasih tau aja, gue taken. dan bukan sama Jung. agak sedih sih, soalnya penantian selama ini hanya berakhir gitu aja, gitu aja. kayaknya pertemuan terakhir di megaspirit itu, udah jadi penutup buku di kisah gue dan dia deh. kenangan itu seolah berenti disitu juga, kalo gue boleh milih, sebenernya gue masih pengen hidup di 2 tahun yang lalu, ngambil step yang lebih cepet buat deketin dia, soalnya harapan itu bakalan terus hidup kan kalo kita yakin dan percaya?
but well oh well, kita gaboleh menyesali keputusan juga kan? mungkin Jung bakalan terus hidup dalam memori gue, dia bakalan selalu disitu. hanya aja gue berusaha hidup tanpa memori itu.
makasih ya Jung, buat semua kenangan itu, walaupun lo ga akan pernah tau gue, siapa gue, dan apa yang gue lakuin.. but for all, just Thankyou :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar