Selasa, 20 Maret 2018

between love lesson or life lesson

beberapa minggu yang lalu temen gue ngepost story di instagramnya, isinya gini

we fall in-love with 3 people in our lifetime..
each one for a specific reason

first love:
this love often happens at a young age. you eventually grow apart or call it quits over silly things. when you get older you may look back and think it wasn't love. but the truth is, it was. it was love for what you knew love to be.

remember: there different depths of love

second love:
the hard one. you get hurt in this one. this love teaches us lessons and makes us stronger. this love includes great pain, lies, betrayal, abuse, drama and damage.
but this is the one where we grow. we realize what we love about love and what we don't love about love.
now we know the difference between good and bad humans. now we become closed, careful, cautious and considerate.
what know exactly what we want and don't want.

third love:
this one comes blindly. no warning. it creeps on you silently.
you don't go looking for this love. it comes to you
you can put up any wall you want, it will be broke down. you'll find yourself caring about that person without trying. they look nothing like your usual crush types, but you get lost in their eyes daily. you see beauty in their imperfections. you hide nothing from them. you want marriage and family with them. you thank the universe for them. you truly love them.

dan tebak gue sudah sampai love keberapa saat ini?

kalo nggak tau, yaudah gue kasih spoiler, udah sampe 3 mungkin ya. gue betul betul tidak sadar sebetulnya gue naksir sama orang ini atau engga, sampai akhirnya di satu titik saya sudah jadian dengan orang tersebut, wow luar biasa nggak tuh.

oke, lanjut. sebetulnya ketiga hal itu benar adanya. kalo nggak percaya coba lah di scroll kebawahan sedikit, dan silahkan urutkan siapa di first love dan second love pasti tau lah. sekarang ini yang ketiga malah sebetulnya I should be happy like I FCKING SHOULD. karna apa lagi yang akan kamu harapkan? semua sudah ada pada dirinya. kayak selalu bilang ke diri sendiri itu tuh ga cukup padahal I know sudah cukup semua ini.

lalu kadang saking gue merasa bahwa dia adalah the one. gue jadi takut banget untuk nyakitin dia, setiap step yang gue ambil selalu bikin gue berpikir pikir berulangkali karena takut salah. padahal we all know, kita semua pasti akan berbuat salah seberapapun kita mencoba untuk nggak. jadi harusnya mungkin gue lebih ke arah yaudah kalo memang buat salah, tapi salah itu bisa diperbaikin kan? (ya walaupun ada beberapa yang nggak bias diperbaikin sih..)

gue tau gue nggak se menggebu-gebu sebelumnya, tapi sebetulnya dengan nggak terlalu menggebu -gebu malah membuat gue menjadi lebih careful terhadap apa yang akan gue ambil dan gue lakukan kedepannya.

sebetulnya menjalin hubungan sama orang ini membuat gue menjadi lebih dan lebih dewasa lagi, lebih mengerti lagi, lebih selalu meninjau ulang apa yang gue lakukan supaya semuanya jadi pembelajaran. ya I thank God malam itu doa gue yang super pelan bisa didengar dan dikabulkan.

jadi ya gitu, sebetulnya I stuck with someone yang sekarang sebetulnya sudah super baik, namun saya sendiri yang suka nggak pede dan selalu ngerasa rendah padahal nggak seharusnya kayak gitu. ya nulis ini akhirnya juga jadi ngebantu sih biar nggak terlalu stress karena gapunya temen yang bias dijadiin tempat curhat.