You pretty much smell like chamomile tea,
Salah satu wangi yang akan ngingetin gue tentang lo adalah chamomile tea. Gue nggak pernah sama sekali merencanakan untuk beli teh itu, cuma salah satu teh yang muncul di kepala gue adalah itu.. Dan gue berakhir dengan membeli teh itu.. Walaupun gue nggak tau juga rasanya akan gimana tapi yang jelas gue beli aja karena saat itu gue nggak enak badan.
Surprisingly hari itu memang penuh dengan surprise… mulai dari hujan sampai pernyataan cinta. Apa pernyataan cinta itu dia kondisikan sesuai dengan hujan hari itu? Karena setau gue dia memang suka hujan.
Gue nggak tahu dan nggak nyangka kalau hari itu hujan super deras dan gue meminta dia untuk ketemu. Kepalang tanggung karena udah dijalan jadi yaudah gue tetep ngaajak ketemu walaupun gue dalam keadaan dibawah pengaruh obat pilek. Alias obat bikin ngantuk. Ditambah demam gue yang masih belum membaik. Tapi hari itu tetap prinsip gue, ketemu adalah ketemu sama seperti janji adalah janji.
Nggak lama kemudian dia sampe, dalam keadaan basah kuyup. Dan dia berpura-pura semua baik-baik aja tapi pas gue pegang jaket dan tasnya, nope. Dia bisa ikutan demam kayak gue… itu basah.. Kuyup.. Dan gue dalam keadaan nggak bawa spare jaket dan nggak bawa tisu.. Ditambaaah gue bingung harus gimana karena ngerasa bersalah super bersalah.
Untuk mengurangi hal itu, setelah nonton akhirnya gue nemenin dia nyelesain kerjaannya sambil duduk minum, tentu gue pesen minuman hangat itu, chamomile tea. Pertama, gue pikir bisa untuk meredakan sakit tenggorokan gue dan siapa tau malem ini gue lebih gampang tidur. Kedua, gue nggak tau lagi mau minum apa kalo hangat, but chamomile tea surprisingly very nice.
Oke, chamomile tea memang bisa membuat gue tidur lebih cepet, tapi… ada hambatan yang lebih besar sehingga gue susah tidur. Tau apa? Pernyataan cinta.. Alias pernyataan perasaan seseorang yang naksir.. Rasanya? Melayang. Kayak hari itu gue kebanyakan makan obat demam sampe rasanya gue ngambang. Oke, jadi intinya gue pulang dengan chamomile tea pun nggak bisa tidur cepet, karena kalimat ‘kayaknya gue suka sama lo’ itu terngiang kayak kaset rusak di kepala gue.
Mungkin. Mungkin aja, gue sebetulnya ada perasaan suka, tapi lagi-lagi gue nggak yakin sama diri gue sendiri. Terlalu banyak yang dipikirin mungkin, ya selalu mungkin. Gue terlalu memikirkan ke depannya gimana.. Yah kali yah, kalo dipikirin terus memang nggak ada jalan keluarnya. Jadi memang sebaiknya, JALANIN AJA. hehe. Walaupun gue masih nggak begitu ngerti sama esensi jalanin aja..