Rabu, 22 Juni 2011

high school , im comiiiing

oke akhirnya gue lulus juga dari SMP tapi yaaah bakalan kangen sama mereka mereka yang bakalan pindah sekolah akhirnya pisah *ambil ember* *nangis semaleman* but ya anyway ga semuanya pindah juga termasuk si *ehem* cunguk, males banget satu sekolahan lagi *tampang kusut* dan memon harus pindah tidaaaaaak! *lari lari di gedung sekolah* dia pindah ya sudah berarti cerita ini juga bakalan selesai bentar lagi karena saya sudah tidak punya feel lagi terhadap si cunguk HAHA kejamnya saya. sudah ya mau menikmati liburan yang tinggal beberapa minggu lagi . SEE YA! :D

#salamnaga #loveyaall !

Rabu, 18 Mei 2011

Part 5
                Formasi dimulai tapi ini masih pagi berarti masih no action sama sekali ya hari berjalan dengan normal hari ini ada Richard lagi lewat pura-pura nggak liat, ada Gihon lewat malah ketawa-ketawa nggak jelas, dan tau ya begitulah Gihon suka tertangkap basah sedang melihat ke arah Dinda, sangat memalukan haha. Hari in iada pelajaran agama dan otomastis semua murid kelas 9 masuk ke kelas agama masing-masing. Aku keluar kelas 94 dan disambut oleh anak dari agama kristen yang sudah setia menunggu ingin masuk ke kelas 94. Aku berjalan ke kelas 92 tempat kelas agama islam, aku bertemu Dinda dan meletakkan semua barang-barang yang kubawa di kurisi ku. Aku pun segera menuju keluar bersama Dinda dan Frea saat aku keluar kelas tanpa disangka sama sekali. Richard dan Almer muncul di depan kelas mencari Sandy ,ya mau tak mau pembicaraan pun berlangsung
“Na, liat Sandy nggak?”
Setengah mau setengah tidak aku hanya menggeleng, saat aku menyapukan pandangan ke bawah dekat ruang guru aku melihat Sandy
“tuh si Sandy” kata ku menunjuk orang yang berdiri di papan sebelah ruang guru, Almer dan Richard hanya memutar kepala mereka dan langsung berjalan turun menghampiri Sandy.
Dinda yang berjalan di depanku tersebut hanya melongo melihat formasi 343 hampir saja gagal karena obrolan tadi
“ahhhh siaaaalll ngapain sih ngajakin gue ngomong segala?!” gerutuku tidak jelas
“padahal udah hampir berhasil nih hari ini” kata Dinda sama kesalnya
“eh tapi dia yang nanya ya, berarti bukan gue yang salah dong?”
“iya lah kalo lo yang ngajak ngobrol berarti lo nggak menjalani formasi lo itu”
Bel tanda masuk pun berdering aku bersama murid agama yang lain memasuki kelas masing-masing dan melanjutkan pelajaran seperti biasa, sebetulnya sih bukan pelajaran tapi gossip terus haha. Aku pun duduk bertiga dengan Vesta dan Dinda saaat aku sedang bercerita tiba-tiba saja Vesta berteriak dan langsung menutup mulutnya karena tahu suaranya keras, ternyata dia melihat Indra anak SMA tersayangnya itu hahaha. Karena terlalu seru bergossip 2 jam pelajaran itu pun tak terasa dan aku harus segera kembali ke kelas 94 asal ku. Dan melanjutkan penderitaan belajar matematika sebelum pulang mana pelajarannya susah lagi, blank otak ku saking penuhnya. Belum lagi setelah ini masih ada pelajaran tambahan!! Tidaaaaaakkkkk!! Pelajaran tambahanku Bahasa Indonesia belum puas juga menyiksaku seperti ini. Bel pulang pun berbunyi aku langsung memasuki kelas 93, kelas disebelahku. Kelas tambahan ku adalah C jadi aku bergabung dengan anak-anak yang lain saat bel berbunyi semua masuk kelas dengan tertib karena memang satu kelas hanya ada 20 oran anak agar tidak terlalu ribut untuk mengaturnya. Pelajaran pun baru saja dimulai dan aku dan Vesta masih tertawa kecil karena kami bercerita satu sama lain tentang pengalaman yang memalukan. Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu saat pintu dibuka aku melihat mereka 2 orang murid perempuan dan 1 orang laki-laki. Ketiganya ingin meminjam buku cetak Matematika murid perempuan itu pun dapat buku mereka masing-masing dan yang satu lagi, JACKPOT! You’re mine hahaha. Vesta spontan menyenggolku
“Na, itu Richard, buru ambil buku cetak mate lo!” aku yang masih melongo karena melihat Richard berdiri di ambang pintu itu pun langsung dengan sigap karena kaget aku mengambil buku matematika ku dan kembali duduk sempurna dengan menggenggam buku matematikaku, Richard  menghampiriku dan mengambl buku mate tersebut aku hanya tersenyum garing karena speechless. Mukanya polos banget seperti bukan dirinya setelah dia berjalan dan menutup pintu, aku langsung menatap Vesta
“Ves, itu Richard?” dengan muka super dongo yang pernah aku buat
“iya hahaha!!”
“iya?! Ngapain gue pinjemin tuh buku ya?!”
“laah elo yang kasih tadi gimana sih hahaha!”
“Iya ya? Hahaha yasudahlah”
Pelajaran tambahan itu pun tak terasa karena jujur saja seru pelajaran tambahan kali ini mungkin karena kelas tambahan itu sepi hanya 20 murid sedangangkan kelas biasa 30 murid walaupun hanya beda 10 orang anak tetap saja seru.
                Berminggu-minggu berlalu dan Ujian Nasional pun semakin dekat bagi kita para grade 9 sama-sama berjuang agar nilai tidak berantakan pada UN nanti. Try Out pertama nilai ku masuh mending dengan keterangan L berarti Lulus, tapi TO keduaa oh mu God! Nilai berantakan dengan keterangan TL berarti Tidak Lulus, TO ketiga pun sama seperti itu TL. Dimulai dari TO ke 2, begini ceritanya hari ke 2 Try Out pelajaran matematika, dan ini masih pagi loh, aku baru saja sampai disekolah. Aku sedang berbincang dengan Vesta sampai Richard lewat didepanku dan aku hanya say hi ke dia setelah Vesta masuk ke kelasnya aku segera mengejar Richard dan bertanya ada masalah apa dengannya akhir-akhir ini ternyata telepon genggamnya disita beserta laptopnya tentu saja. Pintu kelasnya pun semakin dekat aku pun hanya menepuk pundaknya dan bilang “sabar ya” dan aku memberikan senyuman setulus mungkin hahaha sebetulnya senyumanku seperti biasa saja itu hanya aku lebih-lebihkan saja. Aku kembali ke kelasku dan bersiap untuk  mata pelajaran ayang akan di Try Out kan hari ini.
                Bel istirahat berbunyi aku segera menuju ke atas karena ruanganku di bawah atau lebih tepatnya di Lab fisika , betapa malangnya nasibku haha. Aku bersama Dinda, Frea, Rinell menuju ke kantin. Aku hanya membeli minum dan yang lain ada yang membeli minum atau makanan kecil. Kita berempat langsung kembali ke kelas sebelumnya aku ikut naik bersama yang lain ke kelas mereka saat di tangga Rinell iseng melingkarkan tangannya di leherku membuat aku tertawa konyol dan dengan posisi konyol juga. Setelah kami berbincang panjang lebar dan tidak tahu arahnya kemana aku pun bergegas turun ke bawah karena bel sebentar lagi berbunyi. Aku yang sedang bersenandung dan memasuki kelas langsung berhenti di ambang pintunya karena seseorang yang sangat tidak ku nanti saat ini ada di dalam sana. Dengan muka cukup speechlees dan mati gaya aku masuk dan meletakkan tasku di meja.
“hai” sapanya
“eh.. hai”
Inilah jika trio bergabung mereka adalah Almer,Richard, dan Kelven. Awalnya ide nakalku mulai berkasi untuk mengejek mereka satu satu
“cieee Almer sama Sisil cinlok LKK kemaren nih hahaha” kataku
“iya? Beneran? Hahaha” tanya Affif
Yang kedua
“ih Kelven mah udah ada yang punya tau , si Imun tuh gebetannya Kelven haha”
Tiba-tiba Affif buka mulut setelah hanya menanggapi apa yang aku katakan
“kalo Richard gimana?” katanya sambil melirik ke arahku
“apa? Diem lu jangan ngomong” kataku memelototinya.
Karena bel sudah berbunyi, Richard kembali ke kelasnya yang tepat di sebelah kelasku. Karena aku iseng , aku mengikutinya dari belakang saat dia mulai berjalan dan menyadari aku mengkutinya dia berbalik dan berkata “kita  nggak sekelas” dan aku hanya menjawab sambil tersenyum “emang nggak” . Dia kembali berjalan dan aku mengikutinya, dia kembali berbalik “ngapain lagi? Mau ikut?” tanyanya sambil tersenyum, aku membalasnya dengan tersenyum dan menggeleng. Saat diluar kelas aku mencoba mensejajarkan langkahku dengan langkahnya yang super cepat itu, bebrapa saat dia mengatakan “Na” sambil ngulurin tangannya yang bermaksud untuk menggandengku, “apaan sih!” kataku, dia hanya menjawab “apa perlu gue gendong sampe kelas?” katanya dengan senyum nakal, aku sadar dia mengutip kata kata itu dari drama Bahasa Indonesiaku, aku mendorongnya dan segera kembali ke kelas. Tetapi beberapa saat kemudian dia kembali ke kelasku untuk meminjam pensil pada Almer. Betapa konyolnya dia seperti itu haha.
                                                                                                §¨©ª
                Oke beberapa cerita ini akan ada yang kupotong karena tidak terlalu penting dalam cerita itu dan hanya berisi jealous saja haha maklum namanya juga anak remaja. Hari ini H-21 sebelum Ujian Nasional dilaksanakan ya as you know saya itu grade 9 gimana nggak kebakaran jenggot kalo udah mau Ujian Nasional begini alhasil setiap hari hanya memakan buku, IPA, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Cape? Pastinya tapi kalo lulus dengan nilai yang memuaskan lebih terbayar lagi capeknya hehe. AMIN! Doakan kami semua lulus 100% kami anak kelas 3 SMP di seluruh Indonesia. Hari ini punya janji dengan Ayu dan Edo memang ini masalah mereka berdua tapi saya sebagai laoshi yang mengajarkan kepada murid yang baik saya harus membantunya  menyelesaikan ini semua. Hari ini sudah selesai dan kenyataannya ini semua salah paham kan , dari awal juga udah dikira kira kalo semua ini salah paham. Dan sehari sebelum ini aku mempunyai perjanjian dengan Danan jika aku tidak berbicara dengan Richard dalam sehari atau menunjukkan sikap yang kurang baik kepada Richard , Danan berjanji akan joget smash, ya aku memang menang dalam game ini tapi..... ini malah berlanjut menjadi serius dan kau tahu? Richard really mad to me, GOD! EERGHHH! Hate this! Tadi di sekolah sih its okay aja, tapi pas sampe rumah nih , aku mengirimnya pesan singkat , aku bertanya soal matematika dan.... dia menjawabnya dengan amat sangat ganas dan dingin yang dapat membuatku beku seketika, aku hanya menerima kenyataannya saja bahwa dia sedang bad mood dan aku yang harus menampungnya. Seiring dengan masalahku dengan Richard ada masalah baru yang timbul berhubungan dengan orang di masa laluku yaitu Jung aku tidak tahu mengapa akhir-akhir ini aku memikirkannya terus aku mencoba melupakannya karena pada kenyataannya aku harus fokus Ujian Nasional yang ada di depan amata ini. Sempat terlintas di benakku bahwa Richard hanya jealous dan aku berharap seperti itu. Dan beso9k aku harus masuk sekolah berkutat dengan segala masalah walaupun aku masuk kelas 93 sebagai kelas khusus , tidak ada masalah sama sekali, mereka baik dan friendly banget.
                                                                                §¨ª©
                Baru saja aku sampai di sekolah serangan pertanyaan sudah menghantam otakku dan harus dipaksa berpikir bagaimana untuk menjawabnya. Sambutan pagi ini sudah membuatku muak untuk terus-terusan bermusuhan dengan Richard karena aku sama sekali tidak mengerti ada apa dengannya, aku pun bingung bagaimana untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari sahabatku sendiri. Aku pusing bukan main rasanya kepalaku ini sedah siap untuk diledakkan tanpa perlul diberi aba-aba.
`Bel istirahat pun berbunyi, sungguh bel itu terdengar sepeti panggilan dari surga, aku dapat terlepas dari kelas ini. Baru saja keluar kelas Gege langsung menyambutku dengan pertanyaan yang sama seperti teman-temanku pagi ini, oh tuhan terlalu banyak yang mempertanyakan itu, mengapa mereka tidak tanya saja ke Richard, dengan begitu dapat mengurangi ke kesalan ku hari ini. Naiu hampir saja berteriak ke arah Gege karena aku pun tidak tahu apa masalahku dengan Richard. Aku harus mendinginkan kepala, aku berjalan lebih dulu dan aku berlari ke arah perpustakaan karena saat aku berjalan tadi, Richard ada di belakangku , aku tidak mau sampai bertatap muka dengannya, aku sungguh tidak ingin melihat wajahnya hari ini. Aku mendinginkan kepala sebentar di perpustakaan, hanya membaca buku sekilas karena aku tidak benar-benar ingin membacanya, setelah aku cukup di dalam perpustakan, aku langsung menuju kantin, tidak peduli jika Richard masih ada disana, aku hanya ingin pergi ke kantin dan membeli minum. Tanpa rema aku langsung berjalan ke arah kantin aku hanya berdoa agar aku tidak bertemu dengannya disana tapi kali ini keberuntungan tidak berpihak padaku, aku melihatnya aku hanya membuang muka berpura-pura tidak melihatnya. Aku menuju counter yang menjual minum dan kembali ke kelas, aku memasang headset dan memutar lagu dengan keras, seketika lagu drop the world memutar keras dalam headset ku and i just say ignore the world for this time!.
Aku berjalan dengan tenang tetapi saat aku menaiki tangga, mengapa aku harus bertemu dengannya lagi, sungguh saat dia berbicara aku tidak menoleh sedikit pun aku terlalu kesa melihat wajahnya yang tampak sangat tidak berdosa sekali saat itu, aku tahu dia mengucapkan kata maaf, tetapi terlalu banyak maaf yang ia katakan padaku, aku pun punya perasaan, dan perasaan ini tidak dapat dipermainkan begitu saja
“Na gue minta maaf, gue tau gue salah”
“ha? Bukannya gue yang salah” kataku sambil memutar satu headset yang ku lepas dari telingaku
“ engga Na lo ga salah”
“ gue kali yang salah, ngapain gue mancing-mancing dengan cara main jutek jutekan itu, gue tau gue salah, gue tau gue emang ga bisa di maafin, gue emang keterlaluan kadang-kadang, gue emang annoying anaknya,pantes dibenci kok sama orang” Richard hanya menatap ku , aku tahu walaupun aku tidak menatap wajahnya, aku menyadarinya dari sudut mataku.
Aku lelah berbicara terus menerus dengannya, aku hanya ingin berdamai dengannya, apakah itu sulit untuknya? Dan sebesar itukan salah ku sehingga sulit untuk memaafkan ku? Tapi apakah ada kemungkinan dia jealous? Tapi jealous kepada siapa? Selama ini aku hanya dekat dengan teman laki-laki yang seperti biasa, jadi diana letak salahku? Aku pun tidak tahu.
                                                                                §¨ª©
Aku sampai dirumah dan aku merenungi masalah yang dari jaman batu itu belum selesai selesai juga, bagaimana ini? Aku tidak mau berkelahi yang berkelanjutan lagipula itu sangat tidak enak dan sangat mengganggu pikiranku. Aku sangat bersalah soal ini akhirnya aku memutuskan untuk mengirimkannya pesan singkat yang berisi bahwa aku merasa bersalah dan berniat untuk minta maaf. Dan akhirnya aku pun berdamai dengannya karena dia juga berpikir bahwa bertengkar denganku hanya membuang tenaga saja dan membuat pikiran tambah banyak.
Sebentar lagi UAS dan belajar pun harus di tingkatkan lagi lagi dan lagi tapi kurasa aku sudah belajar segalana jadi apa lagi yang harus ku pelajari? Akhirnya aku pun membuka dan mulai mebaca buku biologi ku berharap segudang ilmu itu masuk ke dalam otakku. Hari-hari pun berlalu dan hari ini besok dan kemudian akan sama saja sampai UN menjelang yaitu belajar, belajar, dan belajar. Buku sudah menjadi sahabat baru sekaligus makanan teratur yang patut di konsumsi setiap hari tapi harus dijalani karena bagaimana pun itu demi kepentingaku nanti.
Hari yang sangat tidak ditunggu pun datang walaupun bukan UN tapi sama saja menyiksanya yaitu UAS...
(to be continue part 6)

Jumat, 11 Maret 2011

saya kembali!!

maaf semuanya buat yang baca, my story belum bisa terbit dulu, off sementara account ini maklum anak kelas 3 SMP sibuuuk banget sama yang namanya UN! gaaaaaahhhh!! anyway today is my birthday, thanks banget buat dinda,frea,rinell,vesta,jessica,dheviana. mereka datengin richard dan aaaah!! dia mainin lagu buat saya tentunya haha, walaupun sempet nangis nangis bombay dulu gara-gara richard bilang gabisa dateng tapi apa? si dinda adalah dalangnya, dia datengin richard diem diem, meceloslah hati gue -_- hahaha, selesai kebahagiaan malah disiram pake yogurt basi campur kopi, baunya ga keruan ga enak banget but yaaaah this is my 15 birthday bash! and this is my BEST BIRTHDAY EVER HAHA

Jumat, 18 Februari 2011

My story (part 4)

Part 4
                 Aku masih melamun menatap jalanan diluar sana yang justru aku bingung, sedang apa aku menatap sesuatu diluar sana yang jelas tidak apa-apa aku juga tidak mencari sesuatu kemudian secara tidak sengaja aku pun tertidur.....
                Sampai dirumah aku dengan langkah gontai segera menuju kamar dan langsung merebahkan tubuhku berharap aku dapat langsung kembali ke mimpiku yang indah itu.
Hari hari berlalu begitu cepat dengan perasaan yang campur aduk dan disini aku.sekolah. Sekarang keadaan menjadi tidak jelas datangnya Edo ke hidup Vesta pun ikut menjadi tidak jelas haha sampe-sampe si Edo itu suka Vesta tapi Vesta suka Indra kasihan sih tapi mau bagaimana lagi karena Vesta lebih menyukai Indra dan aku tidak bisa apa-apa sekarang aku memanggil Jung dengan sebutan Memon karena yaah potongan rambutnya itu membuat wajahnya bulat seperti doraemon tapi aku lebih suka memanggilnya doramemon hahaha. Richard pun sama anehnya itu dia maunya apa, susah ditebak, Cuma bikin orang bingung dan kesal sendiri, dia tidak menyukai ku dan aku memerimanya, ya kalo aku bermain dengan teman cowok sekelas ku seharusnya dia biasa saja tapi kenapa tatapannya itu seolah ingin menjelaskan sesuatu yang tidak dapat diungkapkan. Dinda pun sekarang sedang spying Gihon haha pasangan ini  yang sangat konyol , aku tahu mereka merindukan satu sama lain tapi jika tidak ada yang memulai kisah ini tidak akan dimulai sekarang aku sedang menjalankan misi dengan Dinda yup, misi rahasia haha. Aku juga serasa putus asa ingin berhenti main piano tapi kenyataannya susah karena aku dulu sempat belajar, jujur kelihatannya aku tidak cocok dengan Richard yah walaupun Dinda bilang aku cocok tapi tetap saja kelihatannya TIDAK -_- . aku rasa dia lebih cocok dengan Sisil yang kalo berdiri mereka bisa sebanding , aku menyesal pernah belajar piano, aku tidak dapat sejejer dengan Richard , aku tidak dapat mengimbanginya. Aku sering bertukar pikiran dengannya soal musik karena aku suka bermain gitar juga jadi ya aku dapat memberitahunya beberapa lagu sesuai dengan kemampuan ingatanku dan setahuku saja.pasangan terakhir Fefe dan Daniel ini dia pasangan yang ceritanya gaaa pernah habis dimakan jaman haha, hubungan mereka lucu, kadang kadang yang satu maju yang satu malah lagi mundur kalo gagitu mereka gantian aja terus, ya berlebih Daniel itu temen Edo waduh waduh saya pusiiing  -.- .  hari ini jumat dan aku senaaang sekali haha. Pulang sekolah Vesta dan Jessi bakalan ke rumahku dengan atas nama “latihan” tapi lihat saja nanti pastu aku dan mereka akan bergossip bersama. Aku belajar dikelas seperti biasa. Malasss pelajaran pertama adalahan bahasa Indonesia, dan mengerjakan soal, ya mengerti sih tapi tetap saja aku sedang malas berpikir haha. Hari ini Bu Dita tidak masuk dan tugas PKN nya adalah merangkum bab terakhir kalau tahu begitu labih baik Bu Dita masuk saja atau paling tidak mengerjakan soal saja, aku malas mencatat satu bab ini banyak isinya.
                Bel istirahat berbunyi dan satu kelas bubar semua satu tujuan hanya kantin siap siap masuk ke pasar induk deh hohoho. Aku bertemu Dinda tapi aku harus bertemu Rinell dulu karena kadonya masih ada padaku kadonya adalah boneka macan bertatto bebek haha yang dia inginkan dari dulu. Setelah aku memberikannya aku dan Dinda berlari pontang panting ke kantin mengejar Gihon yang sudah pergi daritadi karena hari ini kita sudah menjalankan misi hahaha berasa konyol deh.
“Na, lewat sini nih”
“hah? Stay on the line? Atau belok kiri?”
“sini sini kiri” Dinda mengarahkan arah jalanku
“oh iya oke itu dia” mataku menagkap target yang kita kejar haha
Saat jalan melewatinya , aku pura pura melihat ke arah gedung SD agar dia tidak mencurigai kita berdua , Dinda sedang mencoba trikku saat Gihon lewat dan setelah lewat
“Din? Udah? Berhasil ga? Hahaha”
“udah sih Na, tapi ya masa hasilnya sekarang juga? Kayaknya ga mungkin deh haha”
“ ya siapa tau? Hahaha udah deh gue berasa bego deh lari lari sampe kantin dengan napas yang masih ngos-ngosan gini haha”
“lu mau makan apa?”
“sebenernya sih Din gue juga ga tau he he”
Saat aku lewat counter counter yang ada di kantin aku berhenti untuk membeli minum dan tiba tiba ada yang mencolekku
“Na, kertas Fly Me To The Moon masih ada di kelas” Richard berbicara pelan dengan suasana kantin yang rame seperti ini suaranya tenggelam seperti titanic yang  tenggelam di segitiga bermuda
“ya? Apa? Ga kedengeran” kataku
“kertas lagu Fly Me To The Moon ada di kelas belom gue ambil” katanya mengencangkan suaranya
“ooh iya iya deh” aku yang sudah membeli minuman langsung pergi tanpa salam haha. Aku masih mengobrol dan tertawa tawa bersama Dinda mengingat kejadian yang tadi dan menyusun rencana berikutnya.
                Sampai kelas tepat dengan bel dan woow aku tidak tahu saat masuk kelas aku akan bertemu neraka haha , karena harus mencatat matematika yang super rumit itu rumusnya sampai smapai aku bingung dan tidak mengerti itu apa Vesta aja sampai bingung karena di tempat lesnya tidak diajarkan yang lebih sialnya lagi , aku lupa membawa catatan matematika yang berarti aku harus mencatat ini dua kali! Yah terima saja aku tidak yakin akan mengerti apa yang aku catat , menyedihkan T_T . bel pulang aku keluar kelas dan karena sudah berjanji akan latihan dirumah ku , Richard datang ke arahku dan memberikan kertas partitur itu. Aku membacanya sekilas dan aku punya rencana, aku mengejarnya sampai lobby dan aku harus mencari Dad karena aku akan ke rumah naik mobil Dad, dengan tangan yang penuh dengan file pelajaran dan Bahasa Indonesia yang super tebel aku harus berlari keluar dan aku melihat Richard aku tidak memperdulikannya tapi saat aku keluar lobby aku tidak melihat Dad, aku masuk kembali tapi apa fileku mau jatuh dan spontan aku berteriak “AARRGGHH” tangan ku terkilir sial! Untung tidak ada yang melihat kekonyolanku itu haha aku jadi malu pada diriku sendiri. Aku masuk dan memberikan kode pada Vesta dan Jessi untuk turun aku memegang file dengan tangan kiri ku yang sakit tadi. Pergelangan tanganku sakit bukan main saat Vesta melihat spontan dia bertanya
“Na, tangan lo napa?!”
“kekilir kali nih” aku masih menekuk pergelangan tanganku karena sakit
Saat diluar lobby Richard dan Mamanya masih disana mengobrol. Dan lebih parahnya Handphone ku bergetar dengan posisi yang ga ‘yeah’ aku meminta tolong Vesta untuk membantuku
Aku berdiri tepat didepan Richard dan aku meminta tolong Vesta
“Vesta, mampus gue hape gue geter haha”
“nih nih” dia memegangi rokku dan aku merogoh handphone yang ada di dalam kantong rokku
“Ves, haha susah ini haha” kataku sambil tertawa nggak jelas
“ini cepet hahaha”
“iya iya susah ini nyangkut haha”
“ihh hahha”
“oke oke bisa haha” aku mengambil handphone ku dan mulai berbicara pada Dad, ternyata Dad menunggu di tempat makan yang ada di atas tangan ku dingin karena aliran darah yang belum benar haha karena dibelakangku ribut sekali aku refleks melihat kebelakang ternyata adik adik kelas yang baik hati haha sedang mengalami kehebohan yah itu sih sudah biasa tapi sekilas aku melihat ke arah Richard dan dia menatapku, aku yang sedang menjalani misi segera memutar kepalaku ke tempat semula, it works! HA HA. Jessi daritadi diaam saja membuat aku dan Vesta bingung aku sedang berada diluar tempat makan itu menunggu Dad dan tante Dewi yang masih makan didalam, Jessi tiba tiba bilang
“Na, itu Memon” menunjuk mobil yang lewat
“hah? Mana?!!” aku mencari mobil livina abu-abu
“itu tadi”
“mobilnya apa?”
“gatau tapi warnanya terang”
“emang Memon siapa Jes?”
“Richard kan?” Jessi bertanya dengan muka polos
“Memon itu Jung”
Jessi hanya ber-ooh ohh ria.
                Sampai dirumah aku, Jessi dan Vesta langsung duduk pada posisi, Vesta dengan gitarnya , aku dengan Piano ku, dan Jessi dengan vokalnya. Aku langsung mengambil music sheet ‘laskar pelangi’ dan memainkannya, hanya sebentar latihan dan sisanya aku dan mereka hanya bergossip ria, betul kan kataku. Vesta yang memulai pembicaraannya
“eh gimana dong? Valentine gue kasih coklat ke Indra ga ya?”
Ya memang sekarang sudah bulan Februari dan para cewe cewe sudah sibuk mempersiapkan coklat untuk para gebetan mereka haha, aku? Males ngasih coklat ah, nggak niat jujur aja deh mau tuh coklat dibeliin terus suruh ngasih juga yang jelas males aja.
“ya terserah lo sih Ves mau ngasih apa nggak” Jessi yang asik berputar putar dengan kursi belajarku memberi opini seperti itu
“gue juga setuju sih Ves tapi gue saranin lo bikin sendiri coklatnya jadi kan seolah olah perjuangan lo itu berat haha” kataku sambil bercanda
“ya gue juga mikirnya gitu sih Na, gue bikin sama gue beli cadburry”
“ah gila lo ya? Itu kan mahal” kata Jessi menyahut
“iya tapi gue mau aja ngasih gitu” kata Vesta
“ya kasih aja kalo lo emang mau kasih” kataku pasrah karena sampai kapan pun aku akan kalah dengan Vesta
“tapi kira-kira dia bakal tau nggak ya? Kalo gue ngasih berarti gue suka sama dia?”
“kalo itu sih kayaknya udah tau dari awal deh Ves..” kataku dengan gemasnya karena melihat wajah Vesta yang polos sangat bertanya seperti itu
“iya sih tapi kan..”
“nih ya Ves kalo nggak ada yang mulai nggak ada yang tahu satu sama lain” kata Jessi memotong omongan Vesta baru kali ini nih Jessi keliatan bijaknya biasa dia kaya orang amnesia kalo ngomong setengah melamun
“iya juga ya hahahaha”
setelah mengobrol ngalor ngidul mereka pulang jam 4 sore aku kembali ke realita hidupku yang menyedihkan ini
                                                                                §¨©ª
Hari ini bangun harus pagi muka masih kuyu dan kucel harus siap-siap mau ke kota kelahiran haha, tanteku baru akikah anaknya kalo nggak salah sih. Ya seperti biasa sampai disini aku hanya bermain dengan adik sepupuku, Andi. Karena meliaht umurku dan umurnya yang semaikin bertambah pantas saja sih jika aku berbicara tentang orang yang ku suka dia pun begitu. Kami saling bertukar cerita mulai dari yang menyebalkan sampai yang menyenangkan dan saling meledek satu sama lain. Karena terlalu asik mengobrol dan melakukan permainan aneh yang memang selalu ketika kami bertemu , kami selalu membuat suatu permainan yang sangat aneh. Aku sudah mau pulang dan aku keluar dan masih menunggu Dad dan Mom yang masih mengobrol dengan tanteku, tiba-tiba telepon genggam yang ada di saku celanaku bergetar sekali, menandakan pesan singkat masuk. Aku membukanya , aku pikir itu pesan singkat dari Richard tetapi..unpredictable bisa-bisanya itu dari Angga kenapa ya ini tumben banget mengirimkanku pesan singkat. Setelah aku baca ternyata dia sedang dalam masalah dengan Ina ya, maklumlah namanya juga orang yang sedang menjalin hubungan , jika tidak ada pertengkaran mana ada cobaan?. Karena ya faktor Angga mendorongku untuk bercerita tentang kehidupan cinta dan asmaraku , mau tak mau aku harus menceritakannya. Aku bercerita tentang Richard dan Angga memberiku beberapa solusi. Dia pun begitu , dia menceritakan tentang pertengkarannya karena mereka sama-sama keras kepala jadi, tidak ada yang mau mengalah. Ternyata realita kehidupannya tidak sama dengan cerita hidupnya, mereka selalu terlihat seperti pasangan terlucu tetapi dibalik sikap mereka yang seperti itu ternyata mereka mempunyai masalah yang besar dan sering bertengkar. Sekarang sih aku hanya bisa membantunya dengan cara selanjutnya ada di tangan mereka, akan mereka pertahankan atau tidak itu terserah pada mereka berdua. Dan berkirim pesan singkat itu pun selesai karena sudah terlalu malam.
                                                                                §¨©ª
Hari ini senin lebih tepatnya monsterday kali, malas tapi seperti yang sudah direncanakan semua harus berjalan dengan lancar pastinya, formasi 343 harus berjalan dengan baik tanpa ada secuil kesalahan sedikit pun. Masuk pagi seperti biasa menyapa orang-orang yang ada di sekolah pagi itu dan aku langsung menyimpan tas ku di kelas tempat dudukku. Aku berdiri di luar den menyandarkan tubuhku sambil melihat orang-orang yang baru saja datang, memperhatikan mereka satu per satu dan gotcha! Target ditemukan, Richard. Artinya formasi 343 dimulai!
(to be continue part 5)

Sabtu, 22 Januari 2011

tears

thanks udah ada buat gue
thanks udah mau dengerin gue
thanks udah mau jadi shabat setia gue
thanks udah mau nyiapin pundak buat gue nangis
thanks udah jadi rumah buat gue
thanks udah jadi pelindung gue
thanks for everything but you always be my bestfriend right?
never enough for me if you just be my bestfriend, i wan t more!