Part 4
Aku masih melamun menatap jalanan diluar sana yang justru aku bingung, sedang apa aku menatap sesuatu diluar sana yang jelas tidak apa-apa aku juga tidak mencari sesuatu kemudian secara tidak sengaja aku pun tertidur.....
Sampai dirumah aku dengan langkah gontai segera menuju kamar dan langsung merebahkan tubuhku berharap aku dapat langsung kembali ke mimpiku yang indah itu.
Hari hari berlalu begitu cepat dengan perasaan yang campur aduk dan disini aku.sekolah. Sekarang keadaan menjadi tidak jelas datangnya Edo ke hidup Vesta pun ikut menjadi tidak jelas haha sampe-sampe si Edo itu suka Vesta tapi Vesta suka Indra kasihan sih tapi mau bagaimana lagi karena Vesta lebih menyukai Indra dan aku tidak bisa apa-apa sekarang aku memanggil Jung dengan sebutan Memon karena yaah potongan rambutnya itu membuat wajahnya bulat seperti doraemon tapi aku lebih suka memanggilnya doramemon hahaha. Richard pun sama anehnya itu dia maunya apa, susah ditebak, Cuma bikin orang bingung dan kesal sendiri, dia tidak menyukai ku dan aku memerimanya, ya kalo aku bermain dengan teman cowok sekelas ku seharusnya dia biasa saja tapi kenapa tatapannya itu seolah ingin menjelaskan sesuatu yang tidak dapat diungkapkan. Dinda pun sekarang sedang spying Gihon haha pasangan ini yang sangat konyol , aku tahu mereka merindukan satu sama lain tapi jika tidak ada yang memulai kisah ini tidak akan dimulai sekarang aku sedang menjalankan misi dengan Dinda yup, misi rahasia haha. Aku juga serasa putus asa ingin berhenti main piano tapi kenyataannya susah karena aku dulu sempat belajar, jujur kelihatannya aku tidak cocok dengan Richard yah walaupun Dinda bilang aku cocok tapi tetap saja kelihatannya TIDAK -_- . aku rasa dia lebih cocok dengan Sisil yang kalo berdiri mereka bisa sebanding , aku menyesal pernah belajar piano, aku tidak dapat sejejer dengan Richard , aku tidak dapat mengimbanginya. Aku sering bertukar pikiran dengannya soal musik karena aku suka bermain gitar juga jadi ya aku dapat memberitahunya beberapa lagu sesuai dengan kemampuan ingatanku dan setahuku saja.pasangan terakhir Fefe dan Daniel ini dia pasangan yang ceritanya gaaa pernah habis dimakan jaman haha, hubungan mereka lucu, kadang kadang yang satu maju yang satu malah lagi mundur kalo gagitu mereka gantian aja terus, ya berlebih Daniel itu temen Edo waduh waduh saya pusiiing -.- . hari ini jumat dan aku senaaang sekali haha. Pulang sekolah Vesta dan Jessi bakalan ke rumahku dengan atas nama “latihan” tapi lihat saja nanti pastu aku dan mereka akan bergossip bersama. Aku belajar dikelas seperti biasa. Malasss pelajaran pertama adalahan bahasa Indonesia, dan mengerjakan soal, ya mengerti sih tapi tetap saja aku sedang malas berpikir haha. Hari ini Bu Dita tidak masuk dan tugas PKN nya adalah merangkum bab terakhir kalau tahu begitu labih baik Bu Dita masuk saja atau paling tidak mengerjakan soal saja, aku malas mencatat satu bab ini banyak isinya.
Bel istirahat berbunyi dan satu kelas bubar semua satu tujuan hanya kantin siap siap masuk ke pasar induk deh hohoho. Aku bertemu Dinda tapi aku harus bertemu Rinell dulu karena kadonya masih ada padaku kadonya adalah boneka macan bertatto bebek haha yang dia inginkan dari dulu. Setelah aku memberikannya aku dan Dinda berlari pontang panting ke kantin mengejar Gihon yang sudah pergi daritadi karena hari ini kita sudah menjalankan misi hahaha berasa konyol deh.
“Na, lewat sini nih”
“hah? Stay on the line? Atau belok kiri?”
“sini sini kiri” Dinda mengarahkan arah jalanku
“oh iya oke itu dia” mataku menagkap target yang kita kejar haha
Saat jalan melewatinya , aku pura pura melihat ke arah gedung SD agar dia tidak mencurigai kita berdua , Dinda sedang mencoba trikku saat Gihon lewat dan setelah lewat
“Din? Udah? Berhasil ga? Hahaha”
“udah sih Na, tapi ya masa hasilnya sekarang juga? Kayaknya ga mungkin deh haha”
“ ya siapa tau? Hahaha udah deh gue berasa bego deh lari lari sampe kantin dengan napas yang masih ngos-ngosan gini haha”
“lu mau makan apa?”
“sebenernya sih Din gue juga ga tau he he”
Saat aku lewat counter counter yang ada di kantin aku berhenti untuk membeli minum dan tiba tiba ada yang mencolekku
“Na, kertas Fly Me To The Moon masih ada di kelas” Richard berbicara pelan dengan suasana kantin yang rame seperti ini suaranya tenggelam seperti titanic yang tenggelam di segitiga bermuda
“ya? Apa? Ga kedengeran” kataku
“kertas lagu Fly Me To The Moon ada di kelas belom gue ambil” katanya mengencangkan suaranya
“ooh iya iya deh” aku yang sudah membeli minuman langsung pergi tanpa salam haha. Aku masih mengobrol dan tertawa tawa bersama Dinda mengingat kejadian yang tadi dan menyusun rencana berikutnya.
Sampai kelas tepat dengan bel dan woow aku tidak tahu saat masuk kelas aku akan bertemu neraka haha , karena harus mencatat matematika yang super rumit itu rumusnya sampai smapai aku bingung dan tidak mengerti itu apa Vesta aja sampai bingung karena di tempat lesnya tidak diajarkan yang lebih sialnya lagi , aku lupa membawa catatan matematika yang berarti aku harus mencatat ini dua kali! Yah terima saja aku tidak yakin akan mengerti apa yang aku catat , menyedihkan T_T . bel pulang aku keluar kelas dan karena sudah berjanji akan latihan dirumah ku , Richard datang ke arahku dan memberikan kertas partitur itu. Aku membacanya sekilas dan aku punya rencana, aku mengejarnya sampai lobby dan aku harus mencari Dad karena aku akan ke rumah naik mobil Dad, dengan tangan yang penuh dengan file pelajaran dan Bahasa Indonesia yang super tebel aku harus berlari keluar dan aku melihat Richard aku tidak memperdulikannya tapi saat aku keluar lobby aku tidak melihat Dad, aku masuk kembali tapi apa fileku mau jatuh dan spontan aku berteriak “AARRGGHH” tangan ku terkilir sial! Untung tidak ada yang melihat kekonyolanku itu haha aku jadi malu pada diriku sendiri. Aku masuk dan memberikan kode pada Vesta dan Jessi untuk turun aku memegang file dengan tangan kiri ku yang sakit tadi. Pergelangan tanganku sakit bukan main saat Vesta melihat spontan dia bertanya
“Na, tangan lo napa?!”
“kekilir kali nih” aku masih menekuk pergelangan tanganku karena sakit
Saat diluar lobby Richard dan Mamanya masih disana mengobrol. Dan lebih parahnya Handphone ku bergetar dengan posisi yang ga ‘yeah’ aku meminta tolong Vesta untuk membantuku
Aku berdiri tepat didepan Richard dan aku meminta tolong Vesta
“Vesta, mampus gue hape gue geter haha”
“nih nih” dia memegangi rokku dan aku merogoh handphone yang ada di dalam kantong rokku
“Ves, haha susah ini haha” kataku sambil tertawa nggak jelas
“ini cepet hahaha”
“iya iya susah ini nyangkut haha”
“ihh hahha”
“oke oke bisa haha” aku mengambil handphone ku dan mulai berbicara pada Dad, ternyata Dad menunggu di tempat makan yang ada di atas tangan ku dingin karena aliran darah yang belum benar haha karena dibelakangku ribut sekali aku refleks melihat kebelakang ternyata adik adik kelas yang baik hati haha sedang mengalami kehebohan yah itu sih sudah biasa tapi sekilas aku melihat ke arah Richard dan dia menatapku, aku yang sedang menjalani misi segera memutar kepalaku ke tempat semula, it works! HA HA. Jessi daritadi diaam saja membuat aku dan Vesta bingung aku sedang berada diluar tempat makan itu menunggu Dad dan tante Dewi yang masih makan didalam, Jessi tiba tiba bilang
“Na, itu Memon” menunjuk mobil yang lewat
“hah? Mana?!!” aku mencari mobil livina abu-abu
“itu tadi”
“mobilnya apa?”
“gatau tapi warnanya terang”
“emang Memon siapa Jes?”
“Richard kan?” Jessi bertanya dengan muka polos
“Memon itu Jung”
Jessi hanya ber-ooh ohh ria.
Sampai dirumah aku, Jessi dan Vesta langsung duduk pada posisi, Vesta dengan gitarnya , aku dengan Piano ku, dan Jessi dengan vokalnya. Aku langsung mengambil music sheet ‘laskar pelangi’ dan memainkannya, hanya sebentar latihan dan sisanya aku dan mereka hanya bergossip ria, betul kan kataku. Vesta yang memulai pembicaraannya
“eh gimana dong? Valentine gue kasih coklat ke Indra ga ya?”
Ya memang sekarang sudah bulan Februari dan para cewe cewe sudah sibuk mempersiapkan coklat untuk para gebetan mereka haha, aku? Males ngasih coklat ah, nggak niat jujur aja deh mau tuh coklat dibeliin terus suruh ngasih juga yang jelas males aja.
“ya terserah lo sih Ves mau ngasih apa nggak” Jessi yang asik berputar putar dengan kursi belajarku memberi opini seperti itu
“gue juga setuju sih Ves tapi gue saranin lo bikin sendiri coklatnya jadi kan seolah olah perjuangan lo itu berat haha” kataku sambil bercanda
“ya gue juga mikirnya gitu sih Na, gue bikin sama gue beli cadburry”
“ah gila lo ya? Itu kan mahal” kata Jessi menyahut
“iya tapi gue mau aja ngasih gitu” kata Vesta
“ya kasih aja kalo lo emang mau kasih” kataku pasrah karena sampai kapan pun aku akan kalah dengan Vesta
“tapi kira-kira dia bakal tau nggak ya? Kalo gue ngasih berarti gue suka sama dia?”
“kalo itu sih kayaknya udah tau dari awal deh Ves..” kataku dengan gemasnya karena melihat wajah Vesta yang polos sangat bertanya seperti itu
“iya sih tapi kan..”
“nih ya Ves kalo nggak ada yang mulai nggak ada yang tahu satu sama lain” kata Jessi memotong omongan Vesta baru kali ini nih Jessi keliatan bijaknya biasa dia kaya orang amnesia kalo ngomong setengah melamun
“iya juga ya hahahaha”
setelah mengobrol ngalor ngidul mereka pulang jam 4 sore aku kembali ke realita hidupku yang menyedihkan ini
§¨©ª
Hari ini bangun harus pagi muka masih kuyu dan kucel harus siap-siap mau ke kota kelahiran haha, tanteku baru akikah anaknya kalo nggak salah sih. Ya seperti biasa sampai disini aku hanya bermain dengan adik sepupuku, Andi. Karena meliaht umurku dan umurnya yang semaikin bertambah pantas saja sih jika aku berbicara tentang orang yang ku suka dia pun begitu. Kami saling bertukar cerita mulai dari yang menyebalkan sampai yang menyenangkan dan saling meledek satu sama lain. Karena terlalu asik mengobrol dan melakukan permainan aneh yang memang selalu ketika kami bertemu , kami selalu membuat suatu permainan yang sangat aneh. Aku sudah mau pulang dan aku keluar dan masih menunggu Dad dan Mom yang masih mengobrol dengan tanteku, tiba-tiba telepon genggam yang ada di saku celanaku bergetar sekali, menandakan pesan singkat masuk. Aku membukanya , aku pikir itu pesan singkat dari Richard tetapi..unpredictable bisa-bisanya itu dari Angga kenapa ya ini tumben banget mengirimkanku pesan singkat. Setelah aku baca ternyata dia sedang dalam masalah dengan Ina ya, maklumlah namanya juga orang yang sedang menjalin hubungan , jika tidak ada pertengkaran mana ada cobaan?. Karena ya faktor Angga mendorongku untuk bercerita tentang kehidupan cinta dan asmaraku , mau tak mau aku harus menceritakannya. Aku bercerita tentang Richard dan Angga memberiku beberapa solusi. Dia pun begitu , dia menceritakan tentang pertengkarannya karena mereka sama-sama keras kepala jadi, tidak ada yang mau mengalah. Ternyata realita kehidupannya tidak sama dengan cerita hidupnya, mereka selalu terlihat seperti pasangan terlucu tetapi dibalik sikap mereka yang seperti itu ternyata mereka mempunyai masalah yang besar dan sering bertengkar. Sekarang sih aku hanya bisa membantunya dengan cara selanjutnya ada di tangan mereka, akan mereka pertahankan atau tidak itu terserah pada mereka berdua. Dan berkirim pesan singkat itu pun selesai karena sudah terlalu malam.
§¨©ª
Hari ini senin lebih tepatnya monsterday kali, malas tapi seperti yang sudah direncanakan semua harus berjalan dengan lancar pastinya, formasi 343 harus berjalan dengan baik tanpa ada secuil kesalahan sedikit pun. Masuk pagi seperti biasa menyapa orang-orang yang ada di sekolah pagi itu dan aku langsung menyimpan tas ku di kelas tempat dudukku. Aku berdiri di luar den menyandarkan tubuhku sambil melihat orang-orang yang baru saja datang, memperhatikan mereka satu per satu dan gotcha! Target ditemukan, Richard. Artinya formasi 343 dimulai!
(to be continue part 5)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar